Tanggapan:
Eksploitasi
sumber daya alam dimulai dengan datangnya Revolusi Industri ± 200 tahun lalu.
Menurut Franz Magnis-Suseno, dasar ideologi itu adalah pertumbuhan. Melihat
bahwa kerusakan lingkungan hidup, terutama kegiatan eksploitasi sumber daya
alam terkait dengan pembangunan dan perilaku ekonomi. Kerakusan manusia
menciptakan eksploitasi yang berlebihan. Kebutuhan dan keinginan manusia tidak
pernah berkecukupan. Manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhannya dan
keinginannya, dengan cara mengeksploitasi alam secara berlebihan. Bahkan dalam
kebutuhannya tidak memiliki ambang batas. Kehidupan manusia yang matrealistis,
produktif, dan komsumtif harus dihilangkan, agar alam dapat diselamatkan
setidaknya memperlambat proses kerusakan alam yang berlebihan. Contohnya saja
adalah, keinginan dan gaya hidup manusia dengan sengaja menggunakan
barang-barang dengan menggunakan kulit-kulit binatang, dan menggunakan
kayu-kayu tertentu untuk properti rumah yang dimiliki. Eksploitasi berlebihan
biasanya adalah ulah-ulah manusia yang hidup dalam taraf kebutuhannya, baik itu
negara-negara berkembang dan negara-negara maju. Namun umumnya dilakukan oleh
negara-negara maju. Negara-negara maju memiliki beban tanggung jawab moril yang
lebih tinggi dibandingkan negara-negara berkembang. Negara-negara maju adalah
pusat industri dan energi, dan alam bukanlah pusat negara ini tetapi dari
negara-negara berkembang. Negara-negara maju membeli barang mentah alam dari
negara-negara berkembang dengan harga murah, sehingga negara-negara berkembang yang
mengeksploitasi hanya untuk pangan, terpaksa mengeksploitasi sebanyak-banyaknya
untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari. Pembangunan sebenarnya tidak banyak
membantu negara-negara berkembang, justru semakin menekan. Dikarenakan hanya
menguntungkan negara-negara maju saja, negara maju menekan dan mempersulit
negara berkembang sehingga penjualan alam sangat murah. Dengan produktifitas
industri yang berlebihan juga banyak menyebabkan kerusakan alam. Karena alam,
yang ada di dalamnya hidupnya saling berkesinambungan dan bersangkutan,
sehingga jika ada satu komunitas yang rusak
maka akan merusak alam ciptaan lainnya.
Pengeksploitasian
juga terjadi dan dilakukan oleh negara-negara berkembang. Salah satunya adalah
dikarenakan meningkatnya pertumbuhan penduduk. Ini adalah identik dari
negara-negara berkembang. Sehingga pengeksploitasian yang dilakukan berupa,
pemenuhan kehidupan sehari-hari yaitu berupa pangan, pembangunan rumah-rumah
tempat tinggal dan tempat-tempah sawah, dan ladang.
Meskipun
demikian tanggung jawab negara maju lebih besar dibandingkan negara berkembang.
Negara maju sadar eksploitasi dapat merusak, tetapi dengan kesadaran dan demi
kebutuhan gaya hidup mereka tetap melakukannya. Terlebih lagi negara-negara
maju lebih berpendidikan dibandingkan negara-negara berkembang. Negara-negara
berkembang identik dengan rendahnya pendidikan. Sehingga eksploitasi yang
dilakukan negara berkembang adalah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di
negera berkembang yang umunya kehidupan desa, juga eksploitasi yaitu berupa
pemberian pupuk-pupuk.
Untuk itu
kesadaran, moral dan etika manusia harus diperbaiki. Baik itu negara berkembang
maupun negara maju. Manusia harus bisa membatasi kebutuhannya dengan
berkecukupan. Artinya mencukupkan dirinya dari gaya hidupnya yang berlebihan.
Manusia harus memiliki kesadaran terlebih untuk melakukan
perdagangan-perdagangan yang berlebihan. Manusia harus berusaha mengganti gaya
hidupnya yang berlebihan, dan mencukupkan dirinya.
Kesimpulan:
Kesadaran dan
moral manusia dibentuk dari diri sendiri, dan kesadaran diri sendiri. Sehingga
ia mampu hidup di atas keadilan manusia dan di atas ciptaan lainnya. Dan ia
mampu menjadi teladan bagi orang-orang yang ada di sekitarnya dan mampu
mempengaruhi pribadi bahkan komunitas yang ada disekitarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar