Rabu, 12 Juli 2023

Kebudayaan Dan Ekspresi Kehidupan

 1.      Pakaian dan Perhiasan

Pakaian digunakan sejak awal periode Paleolitik, digunakan untuk kesehatan, pertahanan hidup dan juga sebagai makna kehidupan tiap peradaban. Pakaian sebagai ukuran dalam tingkata sosial, ekonomi dan juga symbol sebuah identitas juga status yang memakainya. Contoh pada zaman alkitab membuka dan merobek pakaian didepan umum adalah tanda perkabungan atau keputusan ( 2 Sam 3:31, Yer 41:5 ), pakaian sebagai konotasi peralihan kekuasaan ( 2 Raj 2:14 ). Sumber informasi tentang pakaian adalah gambar-gambar pada monument di Timur Tengah.

A.    Pakaian

Istilah Ibrani untuk pakaian adalah begged yang digunakan sebanyak 200 kali dalam alkitab. Istilah tersebut menekankan pada pakaian perempuan maupun laki-lakui, pakaian orang kaya atau miskin dan pakaian yang longgar ( wol, lenan, dan katun ).

·           Pakaian Laki-laki

Ada beberapa jenis pakaian yang digunakan laki-laki seperti :

1.      Ezor atau pakaian dalam yang bersentuhan dengan kulit ( pakaian dasar tentara dan buruh Israel ).

2.      Kuttonet pakaian yang digunakan menutupi pakaian dalam yaitu jubah ( membungkus mulai dari pundak sampai mata kaki, lengan pendek atau wol )

3.      Khagora kain panjang dari wol atau lenan yang dililitkan sekitar pinggang diluar jubah ( sama dengan angkin atau selendang, lipatannya dapat menyelipkan senjata atau benda lain )

4.      Kesut istilah umum untuk pakaian luar mirip dengan jubah

5.      Simla / Sal,a pakaian yang panjangnya mencapai bawah lutut, terkadang dililitkan di tubuh.

6.      Me’il jubah kerajaan ( pakaian luar yang anggun dengan lengan lebah yang bergantung lepas yang menandakan kedudukan dan keagungan dipakai oleh kalangan elite dan imam )

7.      Adderet sebuah rompi atau mantel istimewa empat persegi panjang

·           Pakaian Perempuan

Pakaian untuk perempuan tidak terlalu berbeda dengan pakaian laki-laki, namun ada sedikit perbedaan pada simla untuk perempuan lebih panjang untuk menutupi tubuh dan kadang wajah ditutupi dengan cadar ( sya’ip ).

·           Alas Kaki

Sandal adalah alas kaki sehari hari yang digunakan bila keluar rumah untuk melindungi kaki kecuali orang miskin. Sandal terbuat dari sol kulit, diikatkan sampai ke mata kaki dengan sebuah tali kulit. Kasut atau sandal adalah sebuah alat untuk melegalkan kontrak dan perjanjian, pertukaran kasut menandakan pengalihan hak kepemilikan dan dilepaskan sebagai tanda penghormatan.

·           Penutup Kepala

Penutup kepala mirip seperti sorban yang dililitkan disekeliling kepala atau diikat dengan kawat sebagai pelindung dari panas matahari.

B.     Perhiasan dam Ornamen

Perhiasan menandakan status dan kekayaan, bias juga digunakan untuk kegiatan keagamaan seperti jimat untuk melindungi dari roh-roh jahat. Dalam Yesaya 3 : 18-21, di cantumkan jenis-jenis perhiasan seperti : gelang tangan atau kaki, gelang kepala yang tampak seperti bandul kalung berbentuk piringan bintang, bulan sabit yang dipakai di leher unta sebagai dekorasi, anting-anting berbentuk tetesan air, tali kalung, manik-manik, hiasan kepala lencana gelang kerajaan.

C.     Parfum

Minyak wangi digunakan baik dalam konteks sacral maupun sekuler untuk pengurapan. Parfum digunakan dalam upacara keagamaan, persiapan penguburan, kerapian pribadi, penyembahan dan lainnya. Di Israel kuno parfum dan kosmetik digunakan oleh semua orang baik laki-laku atau pun perempuan, yang kaya atau miskun untuk melindungi diri dari bau badan dan kulit kering. Parfum dan rempah-rempah sama harganya dengan emas dan perak, ini karena bahan-bahan alamiah yang digunakan dan bukan sintesis dan sulitnya proses mengekstrak dari tumbuhan-tumbuhan.

·         Ahli Parfum

Teknik ahli parfum dalam membuat minyak wangi meliputi perendaman dalam air meliputi peremukan, penggodokan dalam minyak, dan pengadukan bahan mentah, setelah lunak maka akan diperas untuk mendapatkan sari patinya. Minyak urapan terdiri dari mur, kayu manis, tebu dan keyu teja. Wangian suci terdiri dari parfum yaitu getah damar, kulit lokan, dan getah rasamala.

D.    Kosmetik

Kosmetik celak atau cat mata adalah hal umum bagi orang Mesir utuk melindungi dari sinar matahari, menyembuhkan luka dan melindungi mata dari serangga. Celak terbuat dari campuran bubuk mineral, galena ( biji timah ) membuat mata hitam dan malakit ( biji tembaga ) menghasilkan rias wajah berwarna hijau. Di antara orang Israel celak sering kali diasosiasikan dengan perempuan bereputasi buruk atau mempunyai niat jahat ( 2 Raj 9:30, Yer 4:30, Yeh 23:40).

·           Wadah Kosmetik

Wadah parfum yang ideal terbuat dari buli-buli batu, gading dan kayu untuk membuat isinya tetap dingin, botol parfum berbentuk wortel atau bola. Beberapa teks Alkitab merujuk pada wadah kosmetik ( 1 Sam 10:1, 16:1 dan 2 Raj 9:1 ).

E.     Bersolek

Rambut panjang bagi laki-laki dan perempuan adalah sebagai tanda kecantikan. Gaya rambut perempuan terurai kebelakang di bawah pundak, dan laki-laki mengombak hitam. Diantara bangsa-bangsa seperti Israel, kepala dan jenggot dicukur sebagai tanda perkabungan atau malapetaka akan datang. Mencukur janggut orang lain meandakan penghinaan, seperti menyingkap baju.

·           Cermin

Cermin terbuat dari logam yang dipoles sempurna, sering terbuat dari perunggu, tembaga, perak, emas dan logam sampuran antara emas dan perak. Pada umumnya berbentuk bundar dan pegangannya terbuat dari logam, tulang, atau gading berhias..

F.      Aromatic

Cuaca panas di gurun Yehuda mendukung tumbuhnya tanaman tropis untuk membuat aromatik, seperti rempah-rempah, balsam cairan kental yang berbau sedap, dibuat dengan cara semak atau pohon ditiriskan untuk mengambil getahnya seperti metode memperoleh kemenyan dan mur.

2.      Musik, Nyanyian, dan Tarian

A.       Musik dan Fungsinya

Pentingnya musik dalam kehidupan Israel kuno dapat dilihat melalui kitab kejadian yang memuat nama musisi diantar tiga profesi utama yaitu : pengembala, pandai besi dan pemain kecapi dan suling. Setelah pembuangan Tawarikh dam Mazmur ( buku nyanyian dari bait suci kedua ) memberi keterangan mengenai perkembangan musik Israel. Kitab mazamur berisi lebih banyak rujukan pada pertunjukan musik dari pada buku lain di alkitab. Musik terdiri dari musik vocal yaitu nyanyian religious dalam peribadatan di Bait Suci maupun musik instrumental ( Mzm 68:25-26, 81:3-4, 98:4-6 ).

·         Musik dan Nubuat

Musik sering kali dikaitkan dengan nubuat di dunia kuno. Memainkan musik terkadang digunakan untuk membuat ekstasi kenabian yang di yakini sebagai kerasukan roh Yahweh. Keadaan ekstasi ini sering kali disertai dengan tarian, trans dan penorehan tattoo diri ( 1 Sam 10:5-6 ).

·         Daud sang Musisi

Alkitab membuat Daud sebagai peletak dasar bagi musik di Bait Suci dan dengan alas an keterkaitannya dengan musik maka tradisi Ibrani menandai banyak mazmur sebagai karangan Daud. Pada masa mudanya ia bereputasi musisi professional dan dipanggil ke istana oleh Saul untuk menenangkan depresi raja dan jika roh Allah hinggap pada Saul maka Daud mengambil kecapi dan memainkannnya ( 1 Sam 16:23 ).

·         Musik dan Kesukarian

Musik juga dinikmati oleh masyarakat kelas atas ( Ams 6:5 ) . Musik juga menyertai peristiwa-peristiwa domestic sehari-hari ( Kej 31:27 ), seperti  pada pesta perkawinan juga merupakan bagian penting ( Yer 7:34; 16:9 ), pada perayaan-perayaan panen anggur (Yes 5:1 ), pada perayaan tahunan yang menyebabkan terjadinya penculikan ( Hak 21:20-21 ).

·         Musik dan Peperangan

Musik, nyanyian, dan tarian menjadi bagian peperangan khususnyaa di dalam perayaan kemenangan setelah pertempuaran. Kaum perempuan seperti Miryam menyanyikan lagu kemenangan ( Kel 15:20-21 ), Debora menyanyi setelah kemenangan atas koalis raja-raja kanaan ( Hak 5:3 ).

B.     Alat-alat Musik

Alat-alat musik ( gembus, kecapi dan suling ), yang semuanya tampaknya berasal dari awal millennium ke-3 sM, dibagai menjadi tiga kategori dasar yaitu senar, tiup, dan tabuh (perkusi). Alat-alat musik terbuat dari perunggu, besi, emas, oerak, tembikar, dan tulang untuk musik tiup.

·         Alat Musik Senar

Dalam kebudayaan Israel kuno, menyanyi biasanya diiringi dengan alat-alat musik seperti alat musik senar yang sering disebut dengan kecapi atau harpa. Kecapi terdiri dari sebuah kotak suara empat persegi panjang, dua lengan yang tidak simetris dan sebuah tongkat penyangga yang miring. Kecapi dibedakan berdasarkan jumlah senarnya ada yang 4-8 senar dan 10-13 senar. Perbedaan dengan harpa adalah harpa tidak memiliki tongkat penyangga. Kecapi banyak ditemukan dari periode dinasti awal ( ±2500sM ) di pekuburan kerajaan Sumeria di Ur.

·         Alat Musik Tiup

Contoh dari alat musik tiup pada zaman Israel kuno adalah sangkakala, suling  yang terbuat dari dua potong gelagah, logam, atau gading yang terpisah, dipakai ketika Salomo diurapi menjadi raja ( 1 Raj 1:40 ) dan nubuat Yeremia yang mengasosiasikan suling menjadi ratapan penguburan ( Yer 48:36 ). Terompet terbuat dari perak atau perunggu tempaan yang memanjang dengan rentang nada terbatas. Terompet mririp dengan nafiri dimana alat ini digunakan untuk mengumpulkan jemaat, untuk menyerang kemah, alarm untuk perang dan juga biasanya ditiup pada saat sakral seperti persembahan korban. Dan terompet tanduk biri-biri yang sering disebut dalam Alkitab. Tanduk biri-biri hanya mengeluarkan suara keras saja, terbentuk dari sebuah tanduk yang panjang denga ujung yang melengkung ke atas dan suara yang memekakkan telinga yang digunakan dalam kontek religus dan perang ( Hak 3:27; 6:34 ).

·         Alat Musik Tabuh

Dalam alkitab alat music tabuh sering disebut dengan : ceracap ( simbal ) yang terbuat dari tembaga atau perunggu ( 1 Taw 15:19 ) yang ditemukan di Mesir, Levant dan Asyur, Rebana ( tabuhan ) yang berkerangka kecil, dangkal yang sering dimainkan dengan tanga oleh kaum perempuan dengan tarian. Rebana dimainkan ketika peristiwa sukacita dan dengan peribadatan ( 1 Sam 18:6; Kel 15:20 ). Sebuah cetakan dari tanah liat yang berbentuk perempuan membawa rebana ditemukan dibangungan kuil abad ke 10 di Tanaakh, Hillers mengidetifikasi arca tersebut sebagai dewi atau seorang musisi perempuan didalam kuil.

C.   Tarian

Tarian adalah bentuk pujian religious yang diiringi musik. Dalam alkitab akar kata tarian memiliki berbagai makna seperti meloncat, berjingkat, melompat dan berputar. Pada umumnya tarian berputuar dilakukan oleh kaum perempuan, contohnya ketika Miryam diiringi oleh kaum peremupuan dalam lagu kemenangannya ( Kel 15:20 ), ketika Daud pulang dari perang melawan Filistin kaum perempuan menyongsong dengan nyanyian dan tarian ( 1 Sam 18:6 ) dan lain-lain. Tarian dalam alkitab yang dilakukan oleh laki-laki hanya terdapat pada 2 Sam 6:14-16 dimana Daud menari-nari dengan baju efod dan kain lenan ( pakaian keimanan Daud).

Bagi bangsa Israel, menari bukanlah hal yang dilakukan ketika dalam keadaan dukacita seperti penguburan atau ratapan tetapi pemazmur merujukkan tarian pada peribadatan seperti ( Mzm 149:3 ), Pemazmur juga menyejajarkan meratap dan menari ( Mzm 30:12 ), pengkhotbah menyatakan segala sesuatu ada waktunya (Pkh 3:4),

3.      Aksara dan Sekolah

A.      Bukti-bukti Tulisan

      Tulisan yang paling awal ditemukan di Uruk ( Erek dalam alkitab ) di Eufrat yang berasal dari kira-kira tahun 3000 sM, kemudian muncul tulisan di lembah sungai Nil dan tiga millennium kemudian berkembang tulisan kuno dan huruf Paku. Abjad diciptakan oleh orang Kanaan pada awal millennium ke-2 sM. System abjad pertama terdiri dari 22 hurud tulisan Fenisia ( juga dalam abjad Ibrani dan dan Aram baku ), muncul kira-kira pada tahun 1100 sM. Keberadaan tulisan abjad di Israel kuno tidak berarti bahwa penduduk sudah tau tentang aksara tersebut

B.     Bahan-bahan untuk Tulisan

Bukti-bukti tulisan ditulis di tembok-tembok, tugu, tanah liat, pintu-pintu, pisau tatah, gulungan tembaga, anak panah, spatula perunggu, papan tulis, papyrus dan kulit ( domba, kambing, dan jangat lembu )yang dikeringkan. Bahan yang umum digunakan adalah tanah liat yang dibentuk seperti lempengan, bulla ( gambar segel tanah liat ) dan ostraka ( tembikar berinskripsi ). Papyrus yang subur dalam cuaca kering adalah bahan yang umum di Mesir untuk ditulisi permukaannya ( tidak disebutkan dalam alkitab tetapi dari abad ke-7 dokumen papyrus sering ditemukan ).

C.       Melek Aksara

Melek aksara menurut Everett Rogers adalah kemampuan untuk membaca dan menulis symbol pada taraf keahlian yang tepat untuk melaksanakan fungsi-fungsi peranan individual  dalam kebiasaan dan system sosialnya. Menentukan melek aksara adalah perkara yang sukar, karena data statistic yang dapat dipercaya tidak ada, juga tidak ada kriteria yang objektif untuk mengukur kemelekaksaraan. Susan Niditch menyatakan bahwa oralitas dan melek aksara tidak harus dipandang sebagai hal yang berlawanan, tetapi sebagai titik untuk hidup berdampingan dan saling mempengaruhi, oleh karena itu tradisi-tradisi orang Israel diturunkan secara oral dari orang tua kepada anak-anak melalui cerita-cerita, nyanyian, puisi, dan perumpamaan yang diulangi terus menerus.

D.      Sekolah

Andre Lemaire menduga beberapa bentuk sekolah di Israel sejak zaman monarkhi, khususnya di Yehuda selama abad ke-8 dan ke-7. Berdasarkan analogi dari Mesir dan Mesopotamia sekolah sudah ada sejak millennium ke-3. Karena informasi yang diberikan alkitab tentang sekolah sangat terbatas maka Lemaire berpindah kepada inskripsi-inskripsi Palestina, ia merujuk kepada abjad abc. Tetapi Menahem Haran tidak setuju dengan pendapat Lemaire yang menyatakan abc membuktikan sekolah di Israel kuno, karena tempat abc ini berada tidak cocok sebagai tempat sekolah. Lemaire menetapkan bahwa ketika bait suci dibangun di Yerusalem, pelajaran diadakan bagi personil yang bertugas sebagai pelayan keagamaan dan ritus pengorbanan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Religious Moderation: Strengthening Relationships In Order To Maintain Religious Harmony In Indonesia

  I. Introduction Indonesia has a pluralistic nation, namely a nation that has a variety of ethnicities, cultures and religions. This was ...