Kerajaan Allah ada kini di sini (presentis) dan akan disempurnakan di masa depan (futuris) pada kedatangan Kristus kedua
kali.[1]
Luther melihat masa depan kerajaan Allah secara presentis dan fituris. Selama
kerajaan Allah berada di dunia ini, ia berperang melawan dosa dan ketika perang
berakhir, itulah kerajaan Allah, dimana eskatologi berakhir dan semua berada di
dalam Allah. tidak ada yang hidup dalam kepentingan diri, melainkan demi orang
lain, dimana kerajaan Allah sudah direalisasi, Kristus memerintah.[2]
1. Kerajaan
Allah yang Futuris
Kerajaan Allah yang Futuris telah nyata dan terlihat
menurut beberapa aspek, diantaranya yaitu: Kerajaan Allah dilandaskan akan
kebangkitan. Menurut 1 Kor. 15:12 akan ada kebangkitan di masa depan. Hal itu
didasarkan atas kebangkitan Kristus. Kedatang kembali dari Yesus Kristus.
Menurut Matius 24 dan 25 Parousia itu
akan terjadi di masa depan. Pengahakiman Kristus terhadap orang-orang yang
hidup dan yang mati. Dalam 2 Tim. 4:1 kita membaca bahwa Kristus akan datang
kembali untuk menghakimi orang-orang yang hidup dan yang mati. Kehidupan yang
kekal. Dalam PB kita membaca, bahwa orang-orang yang percaya akan beroleh hidup
yang kekal. Dalam pengakuan imana rasuli, eskatologi terdapat dalam pasal-pasal
terakhir, tetapi dalam bagian kedua: dalam pasal yang berbunyi, bahwa Yesus
Kristus akan datang untuk mengakimi
orang yang hidup dan yang mati. Pusat ajaran tentang kejadian-kejadian pada
hari-hari terakhir ialah Yesus Kristus. Keselamatan itu dapat kita simpulkan
sebagai berikut: Tuhan akan ada di sana, dan kita akan tinggal bersama-sama
dengan Dia. Dalam mengucapkan pasal-pengakuan tentang “hidup yang kekal”, kita
mengaku; kita percaya, bahwa kita sedang menuju kepada Kristus, yang telah
mendahului kita, melalui kegelapan maut masuk ke dalam terang yang kekal. Di
seberang maut itu Ia menantikan kita, seperti sang bapa dari Luk 15 telah
menantikan anaknya (Ayat 20). Kepada Dialah kita percaya, artinya: kepada
Dialah kita mempercayakan diri kita, baik pada waktu hidup, maupun pada waktu
mati. Kematian dan kebangkitan Kristus mempunyai arti yang menentukan dalam
karya penyelamatan itu. oleh ematian dan kebangkitan Kristus mulalilah kerajaan
Allah di dunia. Tetapi kerajaan itu belum penuh, belum nampak dalam
kemulian-Nya. Kuasa-kuasa raja kegelapan masih terus menentangnya. Pembebasan
terakhir masih kita nantikan. Karena itu sesudah kenaikan Kristus ke sorga
(=masuknya dalam kemulian), Tuhan Allah, sebagai Allah Roh, melanjutkan
karya-Nya menuju kepada tujuan akhir, yaitu penggenapan kerajaan Allah.[3]
2. Kerajaan
Allah yang Presentis
Bagi orang Percaya, kerajaan Allah juga ada melalui
kehadiran Kristus, yang melalui pekerjaan Roh Kudus (=Roh Kristus). Seperti
yang dikatakan Paulus, kita dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus, dan bukan
saja kematian-Nya tetapi juga kehidupan-Nya sekarang menyatakan diri dalam
eksistensi orang percaya (Rom. 6:11; bnd 2 Kor. 4:10; Gal. 2:20; Ef. 2:1-5;
Kol. 2:2). Ia adalah Imanuel. Dalam Roh Ia selalu bersama-sama dengan kita. Ia
berkata “dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku di situ Aku ada di
tengah-tengah mereka” (Mat.18:20. Dan “Aku akan menyertai kamu senantiasa
sampai kepada akhir zaman” (Mat.28:20). Penghakiman telah telah mulai dengan
kedatangan dan kehidupan Tuhan Yesus Kristus di dunia (bnd Yoh. 9:39; Luk.
2:34), dan dilanjutkan oleh Roh Kudus (=Roh Kristus) dalam hati dan hidup
manusia, dan di dalam jemaat (bnd, 1 Kor. 11:28, 31; 2 Kor. 13:5; 1 Tes. 2:3-6;
1 Ptr. 4:17). Kehidupan kekal juga dinyatakan di dalam kehidupan kini atau di
dunia ini. Kehidupan yang kekal berada di dalam Kristus (Yoh. 1:4). Karena itu
siapa yang percaya kepada-Nya ia beroleh hidup yang kekal, sekarang, dan dalam
hidupnya di dunia ini. Bukan saja dalam Injil dan surat-surat Yohanes kita
dapati kesaksian ini (bnd, Yoh. 3:16,36; 5:24; 6:40, 47; 17:3, 20:31; 1 Yoh.
3:14, 5:12) tetapu juga dalam surat-surat Paulus (bnd, Rom. 6:4, 8:6,10; 2 Kor.
4:10; Kol. 3:3). Dalam bagian ketiga pengakuan iman rasuli, menyatakan kepada
kita bahwa Roh Kudus membuat kita mendapat bagian dalam keselamatan yang disediakan
bagi kita di dalam Kristus yaitu keselamatan yang adalah suatu realitas dalam
hidup kita kini dan di sini.[4]
[1] Mangisi S.E. Simorangkir, Ajaran
Dua Kerajaan Luther: dan Relevansinya di Indonesia (Pematangsiantar:
Kolportase Pusat GKPI, 2008), hlm 81-83
[2] Mangisi, Ajaran Dua Kerajaan, hlm 86-87
[3] J. L. Ch. Abineno, Pengharapan Kristen (Jakarta: BPK
Gunung Mulia, 1983), hlm 12-15
[4] Abineno, Pengharapan Kristen, hlm
12-13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar