Selasa, 25 Juli 2023

Kerajaan Allah yang Presentis dan Kerajaan Allah yang Futuris

Kerajaan Allah ada kini di sini (presentis) dan akan disempurnakan di masa depan (futuris) pada kedatangan Kristus kedua kali.[1] Luther melihat masa depan kerajaan Allah secara presentis dan fituris. Selama kerajaan Allah berada di dunia ini, ia berperang melawan dosa dan ketika perang berakhir, itulah kerajaan Allah, dimana eskatologi berakhir dan semua berada di dalam Allah. tidak ada yang hidup dalam kepentingan diri, melainkan demi orang lain, dimana kerajaan Allah sudah direalisasi, Kristus memerintah.[2]

1.      Kerajaan Allah yang Futuris

Kerajaan Allah yang Futuris telah nyata dan terlihat menurut beberapa aspek, diantaranya yaitu: Kerajaan Allah dilandaskan akan kebangkitan. Menurut 1 Kor. 15:12 akan ada kebangkitan di masa depan. Hal itu didasarkan atas kebangkitan Kristus. Kedatang kembali dari Yesus Kristus. Menurut Matius 24 dan 25 Parousia itu akan terjadi di masa depan. Pengahakiman Kristus terhadap orang-orang yang hidup dan yang mati. Dalam 2 Tim. 4:1 kita membaca bahwa Kristus akan datang kembali untuk menghakimi orang-orang yang hidup dan yang mati. Kehidupan yang kekal. Dalam PB kita membaca, bahwa orang-orang yang percaya akan beroleh hidup yang kekal. Dalam pengakuan imana rasuli, eskatologi terdapat dalam pasal-pasal terakhir, tetapi dalam bagian kedua: dalam pasal yang berbunyi, bahwa Yesus Kristus akan datang  untuk mengakimi orang yang hidup dan yang mati. Pusat ajaran tentang kejadian-kejadian pada hari-hari terakhir ialah Yesus Kristus. Keselamatan itu dapat kita simpulkan sebagai berikut: Tuhan akan ada di sana, dan kita akan tinggal bersama-sama dengan Dia. Dalam mengucapkan pasal-pengakuan tentang “hidup yang kekal”, kita mengaku; kita percaya, bahwa kita sedang menuju kepada Kristus, yang telah mendahului kita, melalui kegelapan maut masuk ke dalam terang yang kekal. Di seberang maut itu Ia menantikan kita, seperti sang bapa dari Luk 15 telah menantikan anaknya (Ayat 20). Kepada Dialah kita percaya, artinya: kepada Dialah kita mempercayakan diri kita, baik pada waktu hidup, maupun pada waktu mati. Kematian dan kebangkitan Kristus mempunyai arti yang menentukan dalam karya penyelamatan itu. oleh ematian dan kebangkitan Kristus mulalilah kerajaan Allah di dunia. Tetapi kerajaan itu belum penuh, belum nampak dalam kemulian-Nya. Kuasa-kuasa raja kegelapan masih terus menentangnya. Pembebasan terakhir masih kita nantikan. Karena itu sesudah kenaikan Kristus ke sorga (=masuknya dalam kemulian), Tuhan Allah, sebagai Allah Roh, melanjutkan karya-Nya menuju kepada tujuan akhir, yaitu penggenapan kerajaan Allah.[3]

2.      Kerajaan Allah yang Presentis

Bagi orang Percaya, kerajaan Allah juga ada melalui kehadiran Kristus, yang melalui pekerjaan Roh Kudus (=Roh Kristus). Seperti yang dikatakan Paulus, kita dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus, dan bukan saja kematian-Nya tetapi juga kehidupan-Nya sekarang menyatakan diri dalam eksistensi orang percaya (Rom. 6:11; bnd 2 Kor. 4:10; Gal. 2:20; Ef. 2:1-5; Kol. 2:2). Ia adalah Imanuel. Dalam Roh Ia selalu bersama-sama dengan kita. Ia berkata “dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat.18:20. Dan “Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat.28:20). Penghakiman telah telah mulai dengan kedatangan dan kehidupan Tuhan Yesus Kristus di dunia (bnd Yoh. 9:39; Luk. 2:34), dan dilanjutkan oleh Roh Kudus (=Roh Kristus) dalam hati dan hidup manusia, dan di dalam jemaat (bnd, 1 Kor. 11:28, 31; 2 Kor. 13:5; 1 Tes. 2:3-6; 1 Ptr. 4:17). Kehidupan kekal juga dinyatakan di dalam kehidupan kini atau di dunia ini. Kehidupan yang kekal berada di dalam Kristus (Yoh. 1:4). Karena itu siapa yang percaya kepada-Nya ia beroleh hidup yang kekal, sekarang, dan dalam hidupnya di dunia ini. Bukan saja dalam Injil dan surat-surat Yohanes kita dapati kesaksian ini (bnd, Yoh. 3:16,36; 5:24; 6:40, 47; 17:3, 20:31; 1 Yoh. 3:14, 5:12) tetapu juga dalam surat-surat Paulus (bnd, Rom. 6:4, 8:6,10; 2 Kor. 4:10; Kol. 3:3). Dalam bagian ketiga pengakuan iman rasuli, menyatakan kepada kita bahwa Roh Kudus membuat kita mendapat bagian dalam keselamatan yang disediakan bagi kita di dalam Kristus yaitu keselamatan yang adalah suatu realitas dalam hidup kita kini dan di sini.[4]



[1] Mangisi S.E. Simorangkir, Ajaran Dua Kerajaan Luther: dan Relevansinya di Indonesia (Pematangsiantar: Kolportase Pusat GKPI, 2008), hlm 81-83

[2] Mangisi, Ajaran Dua Kerajaan, hlm 86-87

[3] J. L. Ch. Abineno, Pengharapan Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1983), hlm 12-15

[4] Abineno, Pengharapan Kristen, hlm 12-13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Religious Moderation: Strengthening Relationships In Order To Maintain Religious Harmony In Indonesia

  I. Introduction Indonesia has a pluralistic nation, namely a nation that has a variety of ethnicities, cultures and religions. This was ...