A.
KEBUDAYAAN
ROMAWI DAN HELLENISME
1. Hellenisme Kebudayaan Romawi
Proses
helenisasi telah menghilangkan elemen kuno dari budaya Romawi itu sendiri yang
dapat terjadi dari beberapa cara, diantaranya :
v
Dari
kota-kota yang dihelenisasi dan koloni-koloni bangsa Yunani di Sicilia dan
Italia Selatan.
v
Melalui
pengaruh pendidikan Yunani yang diikuti golongan bangsawan
v
Mobilitas
populasi orang Yunani ke dalam provinsi di Timur
Pengaruh yang paling terasa dari Hellenisme Romawi adalah menyebarnya
penggunaan bahasa Yunani.Kemudian pengaruh pendidikan yang yang bermula hanya
bidang filsafat berkembang menjadi ilmu alam dan teknologi.Dalam hal
karya-karya sastra, seni lukis, arsitektur dan patung orang Romawi banyak
dipengaruhi oleh model Yunani.
Filsafat yang berkembang dikota Yunani melahirkan
banyak ilmu pengetahuan.ilmu pengetahuan begitu banyak sehingga mau tidak mau
mereka harus memahami bahasa yangberkembang disana. Bahasa Yunani dan Latin
sangat terlihat sebagai alat untuk komunikasi
sehari-hari.Banyak karya tulis yang tercipta, sastra bahkan sebuah penemuan yang mendukung kebutuhan kehidupan pada
saat itu. Termasuk untuk desain bagunan kotaRomawi yang sudah dirancang dengan
matang untuk kebutuhan pertahanan pada saat itu.Hingga pada setiap bangunan pun
memiliki sebuah ornament patung yang memilkimakna-makna tertentu.Begitu indah
kelihatan diatas tetapi dibawah sudah banyak yang hal yang disiapkan.
2.
Karya
Sastra
Banyak
karya sastra yang dipengaruhi oleh gaya sastra Yunani seperti karya Ennius yang
menulis tragedi dan komedi, Plautus yang menulis komedi dalam bahasa Latin,
Catulus yang mengekspresikan gairah dan pemaknaan pengalaman hidup dalam
karyanya, kemudian Horace dan Virgil yang menekankan pemujaan terhadap tatanan
baru sebagai suatu keharusan, Propertius dan Tibullus yang menekankan topik
cinta, dan dilanjutkan dengan Ovid yang semula membahas tentang pandangan
politik menjadi tekanan cinta.Namun pada zaman Nero, sastra latin kembali
menguat melalui karya Lucan yang terkenal yaitu “Pharsalia”, Petronius dengan
karyanya “Satiricon”.Lalu dilanjutkan oleh Persius yang menulis satire tentang
ajaran moral dan keagamaan.Dan muncul Juvenal yang menulis dengan menyindir
moral dan kemunafikan golongan atas orang Romawi.
3.
Cicero
dan Varro
Orang yang paling
berpengaruh yang tentunya menjadi fitur penggabungan antara tradisi dan
kebudayaan antara Yunani dan Romawi adalah Cicero dan Varro.Kedua orang ini
memegang peranan yang signifikan sebagai politisi pada periode akhir republik
Roma.
1.
Cicero
(106-43 SM),
Dari
pemerintahan aristokrasi Arpinum, dirinya mempelajari retorika dan filsafat
Yunani secara ekstensif, pertama kali didapat di Roma, kemudian di Athena (dimana gurunya
adalah Antiokhus dari Askalon), Smirna, dan Rhodes.Sebagai seorang pemuda,
Cicero telah belajar dari seorang akademisi bernama Philo dari Larissa, yang
datang ke Roma setelah bencana perang dengan Mithridates (88 SM).Etika adalah
pusat pemikiran utama dari filsafat Cicero.Dengan tegas dia menolak pendapat
kaum Epikuron, dan cenderung kepada Stoisisme.
Setelah dia kembali
dari studinya, dia memasuki karir politiknya. Dia mulai menjadi quaestor di
Sisilia dan puncaknya ketika ia terpilih menjadi seorang konsul pada tahun 63
dan pembukaannya dalam konspirasi Catiline. Pengalaman Cicero sebagai seorang
politisi yang aktif memberikannya keuntungan untuk menyatukan pemikirannya
terhadap kebijakan Senat Romawi, administrasi, dan hukum. Pada zaman Cicero,
pendidikan pada bidang retorika merupakan persiapan penting bagi kantor publik.
2.
Varro
(116-27 SM).
Sebagaimana Cicero
telah menciptakan sebuah kriteria untuk generasiRomawi kedepannya dalam bidang
retorika dan filsafat,Varro jugadapat mengembangkan prestasi yang sama dalam
hal sejarah kebudayaan dan dalam hal yang meliputi ilmu
pengetahuan.Kemampuannya yang brilian dalam pengetahuan sains, memampukan dia
membuat ulang beberapa tradisi dunia Yunani kedalam wadah baru Romawi.
Karya-karyanya terdiri lebih dari 50 judul adalah risalah dalam Philologi dan
tata bahasa (25 buku dalam bahasa Latin), investigasi dalam literatur, ilmu
pertanian, teori angka, sistem edukasi, retorika, filsafat, hukum sipil,
sejarah dan biografi
Cicero dan Varro memiliki kesamaan sebagai seorang
eklestisis yang menyatakan posisi yang sama dari kebenaran ajaran-ajaran
pemikiran filsafat dan penekanan pada kebaikan ajaran.Sedangkan perbedaan dari
keduanya adalah Cicero menggunakan orasi sebagai instrument politik dan
menempatakan filosofis yang memodifikasi skeptisme sedangkan Varro secara
lebihmenguasai ilmu pasti yang menciptakan ilmu pengetahuan.
4.
Penulisan
Sejarah
Ada lima bentuk penulisan sejarah diantaranya adalah :
·
Dari Cato kepada Sallust.
Historiografi Roma
dimulai pada abad ke-3 SM dengan karya-karya dalam bahasa Yunani, yang
menunjukkan gambaran positif dari Roma kepada dunia Yunani.Sejarah pertama
bangsa Romawi ditulis dalam bahasa Latin oleh Cato (234-149 SM).Kemudian diikuti
oleh kelompok yang dinamakan dengan“analis kuno”.
·
Sallust
Sejarahwan yang paling
berpengaruh adalah Sallust, pendukung kuat Caesar dan sebayanya (86-34 SM).
Karya-karya dari Caesar dan Sallust mengatasi
historiografi kronografi dan menggantinya dengan sebuah pandangan
sejarah yang mengerti masa lalu sebagai basis dari komitmen politik masa
sekarang, dan tidak takut meciptakan pengalaman sejarah yang kontemporer
sebagai subyek utama.
·
Livy(59
SM-17 M).
Livy bukanlah seorang
politisi dan sejarahwan pada waktu yang sama merupakan sebuah fenomena baru
dalam historiografi Latin.Sama seperti kebanyakan penulis pada zamannya
(seperti Virgil), dia datang dari bagian Utara Itali.Karya Livy secara original
terdiri dari 142 buku, yang mana seperempatnya adalah epitome dan tabel konten
dari buku yang hilang. Dalam bentuk eksternalnya, karya Livy memperbaharui
tradisi dari sejarah Romawi, baik dari segi bahasa dan gayanya sangat dipengaruhi oleh Cicero, dan demikian
mencapai level yang tinggi dalam seni naratif sejarah.
·
Yosefus.
Flavius Yosefus
merupakan seorang sejarahwan berdarah Yahudi yang menulis pada periode
Helenistik dan Romawi.Dia lahir pada tahun 37/38 M dan dari kaum bangsawan imam
Yerusalem. Pada tahun 64 M, dia pergi ke Roma untuk bernegosiasi dengan
petinggi Romawi; dan sekembalinya dari sana, dirinya menjadi pemimpin revolusi
bangsanya, namun kemmudian menjadi tawanan Romawi.Bagian utama dari tulisannya
adalah kehadiran langsung Yosephus dalam peristiwa sejarah.Motif menulis
sejarah adalah apologetika sejarah dan kebudayaan.
·
Tacitus.
Lahir pada
tahun55.Tacitus adalah penulis terakhir pada masa kerajaan.Tacitus memberikan
gambaran tentang kegagalan institusi dari sistem konstitusi pada kekuasaan
Romawi. Ini sama dengan apa yang telah ditampilkan oleh Yosephus. Namun ketika
Yosephus mengkritisi kesalahan dan ketidak bagusan pengolahan administrasi
Romawi atas kekuasaannya di Palestina, Tacitus mengkususkan dirinya pada
sejarah Romawi padda abad pertama terkait dengan kekuasaan tirani dari Kaisar
Domitian.Ini tertuang dalam tulisan yang berjudul “the Histories” dan “the
Annals”.Dirinya dimotifasi oleh perjajian politik yang ada serta protes moral
selama periode tersebut.Standart moral diacukan pada moralitas dimasa lalu,
khususnya dilingkungan para bangsawan Romawi, untuk kemudian dibandingkan
dengan masa kini.
·
Arius
dan Dio Cassius.
Ariusmempublikasikan
monograf dengan kajian atas obsevasi dan pengalaman sendiri.Arius menjadi
sejarahwan bagi Alexsander Agung. Kritiknya yang menghakimi ditampilkan dalam
bentuk presentasi yang diambil dari gaya Xenopon, dan kedudukannya sebagai
jenderal dan politikus tetap aman dan semua karyanya menjadi sumber utama bagi
pemerintahan Aleksander Agung.
Sedangkan Dio Cassius
(meninggal setelah 230) menulis sejarah kedalam 80 buku.Di Bitinia yang menjadi
seorang konsul pada tahun 229.Dimana sejarah yang ditulisnya berasar dari
sejarah awal romawi hingga pada masanya.Dio cassius juga dipengaruhi secara
kuat oleh analisa Latin dengan memasukan komentar atau ceramah panjang,dengan
turut memasukkan penilaiannya terhadap peristiwa-peristiwa sejarah Romawi yang
ditemui secara langsung.
5.
Retorika
dan Kaum Sofistik Kedua
·
Quintilian(35-100).
Dirinya penerus yang
dapat dikatakan menjadi guru dan contoh dari ilmu retorika yang di gaji oleh
negara.Dia menulis sebuah buku panduan tentang beretorika, yang berjudul
Institutio Oratoria yang menekankan pentingnya penggabungan antara
kebijaksanaan dan pengetahuan pada kenegaraan.Ini menjadi pembaharuan dalam
kaum sofistik. Menurutnya siapapun yang
benar-benar mempelajari retorika tidak hanya memiliki kesempatan untuk
menjadi politikus, pengacara, pejabat publik, tetapi juga menjadi sukses
menjadi penulis, sejarahwan, serta berkesempatan menjadi terkenal dan makmur.
Bagi dirinya,filsafat tidak memiliki arti jika tidak memiliki kemampuan
retorika, sebab poendidikan retorika menjadi dasar bagi aplikasi pengetahuan
filsafat.
·
Fronto(100-175),
Ia merupakan
guru retorika Latin yang terkenal pterada abad ke-2. Tetapi hanya beberapa
tulisan yang tersimpan, sementara ajaran lisannya hilang.Dia terpengaruh
politik selama perintahan Hadrian.Antonius Pius mengakatnya sebagai guru bagi
calon kaisar Marcus Aurelius dan Venus.
·
Sofistik
Kedua.
Pada masa, pembaharuan
retorika Yunani dikenal sebagai sofistik kedua.Tradisi ini berangkat dari
konsep-konsep ideal tentang politikus yang memiliki kebijaksanaan. Pendukung
utama gaya Yunani ini diikuti contoh klasika adalah Herodes Attecus (110-117),
dari Maraton dekat Athena. Pengaruh politiknya yang tidak diragukan lagi oleh
istrinya Regila yang berhubungan dengan Faustina, istri dari kaisar Antonius
Pius.Dia adalah seorang orator ulung, yang kemudian menjadi guru retorika
Yunani bagi Marcus Aurelius.Murid-muridnya adalah Hadrian dari Tyre (113-193)
dan Hermogenes (160-225), merekalah yang melanjutkan cita-cita retorikanya.
A. Stoik Periode Kekaisaran
a.
Seneca(4
SM-65).
Selama abad kedua
Masehi, para kekaisaran Roma menemukan kursi-kursi yang diberkati bagi seluruh sekolah filsafat klasik. Di
dalam muatan pengajaran etikanya, Stoisisme menjadi filsafat khas Romawi.Hal
ini dapat dilihat dari pengajaran Seneca, yang menjadi filsuf Stoik pertama di
masa kekaisaran Romawi.Konsepnya tentang Tuhan, sepenuhnya dirancang untuk
mengajarkan moral.
b.
Musonius Rufus dan Epictetus.
Bentuk standar dari
filsafat StoikpadawaktuituditunjukkanolehMusonius Rufus (30-100), yang menjadi guru
Epictetus danDio-Prusa.Epictetus(55-135),satu-satunya
non-RomawiantaraStoaterkemukaperiodekekaisaran. Epictetus datangdarikotaFrigian di Hierapolis,
pernahsekalimenjadibudak, dantinggal di Roma padamasakekaisaranFlavian. Epictetus
hanya mengenal satu aturan, yaitu kasih kepada seluruh makluk hidup.Semua
makluk hidup adalah saudara kandung yang harus diperlakukan dengan kasih sayang
dan respek.
c. Markus Aurelius.
Lahir tahun 121 dan menjadi
kaisar tahun 161-180, Markus Aurelius menerima pendidikan retorikal yang sangat
bagus dirancang untuk menyiapkannya untuk posisi tertinggi di kekaisaran.
Seperti Epictetus, Markus Aurelius menekankan aturan dari seluruh dunia melalui
penataan dan aturan Tuhan.
6.
Berfilsafat
di depan Publik
Para filsuf Kristen dan Yahudi lebih mengutamakan
kekuatan berorasi di depan publik dan ditambah kemampuan magis yang lebih
memberikan efek daripada pencerahan yang dalam tentang rasionalisasi, moralitas
dan nilai religius.
7.
Dio
Prusa, Plutarch & Lucian
Ketiga filsuf ini adalah orang yang berpengaruh dalam
perkembangan kebudayaan Romawi.Dio Prusa adalah seorang filsuf penceramah yang
menekankan bahwa gairah dan nafsu manusia adalah penghalang kepada moralitas
seseorang.Plutarch menekankan dasar moralitas dan sikap religius yang sama
dengan Dio dan pemikiran teologinya tentang penafsiran yang benar atas agama
dan tradisi agama.Lucian sendiri duklunya seorang orator yang merefleksikan
presentasi filsafat, retorika, moral dan agama.
B.
AGAMA-AGAMA DALAM PERIODE KEKAISARAN ROMAWI
1.
Agama Romawi dan Peribadatan Orang Asing
Agama
bangsa Romawi bersifat sinkritisme yang mengenal adanya dewa-dewa, memiliki
kekudusan dan kesucian yang didasarkan melalui ketaatan terhadap kewajiban
dalam ritual, dimana ritual sebagai hasil observasi dan doa sebagai senjata
paling ampuh.Kemudian muncul peribadatan orang asing, seperti : (1)ibadat
Dionycus di Etruria yang melakukan upacara malam hari di Kuil, (2)Ibadat
terhadap Isis di imigran Mesir dan (3)Yudaisme yang sulit mendapat pengakuan
resmi sebagai agama negara hingga masa Kaisar Nero yang melakukan penghukuman
pada para missionaris.
Namun
bencana juga turut datang di Roma karena agama-agama asing,dimana datangnya
skandal Bacchanalia pada tahun 186 M.Yang mengakibatkan ibadat Dionysius sangat
merebak luas di Eturia dan dibagian lain kota Roma.Upacara ini dilakukan pada
malam hari,yang melibatkan laki-laki dan perempuan.Roma benar-benar tidak dapat
menghilangkan kekhawatirannya atas ibadat orang asing yang muncul sebagai agama
misterius.Mereka benar-benar takut pada praktik sihir dan
magis.Biarmanapun,misteri Dionysius/Bacchus tetaplah popular di Italia dan
setelah era republik kembali mengambil bentuk dan pengikut.
Tetapi
kekristenan yang menyebar dengan cepat di sejumlah daerah,tidaklah mendapatkan
pengakuan dari pemerintah Romawi.Yudaisme/agama Yahudi memang sulit dibuktikan
mendapatkan pengakuan resmi sebagai agama negara,tetapi pengakuan terhadap
mereka tetap ada.Namun meskipun demikan ,para missionaris kristen tetap diperbolehlan
berkhotbah di jalan hingga pasar dalam kota .
Apologet
Kristen mula-mula selalu berusaha berargumen bahwa kekristenan bukanlah sekte
agama baru,melainkan warisan dari agama kuno Israel.Tapi bagi penguasa
Romawi,itu belimlah terbukti.Ini adalah masalahnya.belum lagi.Ketidaktundukan
orang Kristen menyembah agama Kaisar.
2.
Penyembahan terhadap Kaisar
Merupakan
pengembangan dari tradisi penyembahan raja dari budaya Hellenisme dabn konsep
manusia super dalam tradisi Romawi.Pendewaan Cesar disucikan oleh senat dan
menerimanya secara resmi sebagai bagian dari dewa-dewa Romawi sehingga Cesar
melegitimasi dirinya sebagai penerus warisan dan merupakan takdir dewa.Kaisar
yang pernah memimpin adalah Cesar, Agustus, Tiberius, Caligula, Claudius,
Vespapian dan Domitius.
Pendewaan
Cesar,yang secara spontan ditahbiskan oleh rakyat dan kemudian disucikan oleh
senat ,dan menerimanya secara resmi sebagai bagian dari dewa-dewa Romawi,serta
membangun altar untuknya didalam kota.
Raja
adalah anak dari seorang dewa.Konsep keilahian oleh kaisar sendiri pun
memperoleh protes pada akhirnya.Hingga muncul pemahaman baru dimana yang
disembah adalah kekuatan yang ditunjukkan kepada kaisar.Sampai kepada kaisar
Agustus sendiri yang mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan.Dia menginginkan agar
patungnya ada disinagoge-sinagoge.Tetapi ini menjadi hambatan bagi orang
Kristen yang menjadikan kristus sebagai yang layak disembah.
3.
Mithras
Merupakan
ilah yang telah mengakar kuat yang diyakini lahir tanggal 25 Desember.Inti
pengakuannya adalah pertemuannya dengan dewa matahari (Sol) yang memungkinkan
hubungan tujuh planet sebagai “kelahiran kembali”,Penguasa Roma mendukung para
pengikutnya karena menguntungkan posisinya.
Ini adalah sebuah agama
misteri.Hanya kaum laki-laki yang dapat masuk kedalamnya.
Pada abad 3, Mithras diakui dewa resmi
dalam negara. Sosok Mithras sebagai dewa yang diagungkan karena dewa matahari
sendiri pun bertekuk dihadapannya.Mithras sendiri sangat dihubungkan dalam tata
surya, arah mata angin, dan penciptaan.
4.
Neopitagorasisme
Berkembang
pada masa akhir Hellenisme dan Kekaisaran Romawi yang diprakarsai oleh para
pengikut Pitagoras ( politikus dan teoritikus).Menguduskan diri dalam ritual
dengan menggunakan jubah berwarna putih dan mengenakan sepatu memasuki kuil.Menekankan
pola hidup yaitu tidak memakan daging, tidak mandi, menjalankan puasa secara
reguler, memiliki kemampuan mengusir setan, menyembuhkan orang sakit,
meramalkan masa depan dan memberikan nasehat.
5.
Astrologi dan Sihir
Menghasilkan kalender julius Caesar
dan memuat pengetahuan terhadap hukum dan kekuatan alam raya.Menyebutkan bahwa
Roh Manusia berkaitan dengan matahari dan bintang dan ilmu sihir berkaitan
dengan ritus-ritus keagamaan.Mereka belajar menguasai kekuatan supranatural,
alam dan energi dari tata kosmos serta mengontrol eksistensi manusia.
6.
Gnotisme dan Hermetis
Memuat
tradisi ajaran tentang asal mula Tuhan, kosmologi (menganggap dunia sebagai
penjara yang membuat manusia lupa dengan hakekat aslinya) dan jalan manusia
yang merdeka.Gnostisme dipengaruhi oleh tradisi penjelajahan manusia atas
pengalaman hidup.Dan kaitannya dengan Hermeneutik merupakan bentuik tulisan
yang merujul pada pesan-pesan keselamatan, himne, doa, proklamasi wahyu dan
tidak merupakan argument filosofi.
Mereka menganggap bahwa
dunia adalah tempat tragis atau produk tragis dari pergerakanatau peraturan
antara dewa dan manusia. Gnostis memuat tradisi tentang asal mula Tuhan, kosmologi, dan jalan manusia
untuk merdeka.Agama ini dipengaruhi oleh penjelajahan manusia atas pengalaman
hidupterkaitatashakikatmanusia
yang lebih tinggi dari yang lain.TulisanHermeneutis adalah pesan-pesan keselamatan.Tulisan
ini bukanlah sebuah argument filosofi.Tetapi sebagai dialog yang bisa
menjelaskan jawaban atas gnostisme.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar