Selasa, 25 Juli 2023

Kebudayaan Romawi Dan Hellenisme

A.    KEBUDAYAAN ROMAWI DAN HELLENISME

1.      Hellenisme Kebudayaan Romawi

            Proses helenisasi telah menghilangkan elemen kuno dari budaya Romawi itu sendiri yang dapat terjadi dari beberapa cara, diantaranya :

v  Dari kota-kota yang dihelenisasi dan koloni-koloni bangsa Yunani di Sicilia dan Italia Selatan.

v  Melalui pengaruh pendidikan Yunani yang diikuti golongan bangsawan

v  Mobilitas populasi orang Yunani ke dalam provinsi di Timur

Pengaruh yang paling terasa dari Hellenisme Romawi adalah menyebarnya penggunaan bahasa Yunani.Kemudian pengaruh pendidikan yang yang bermula hanya bidang filsafat berkembang menjadi ilmu alam dan teknologi.Dalam hal karya-karya sastra, seni lukis, arsitektur dan patung orang Romawi banyak dipengaruhi oleh model Yunani.

Filsafat yang berkembang dikota Yunani melahirkan banyak ilmu pengetahuan.ilmu pengetahuan begitu banyak sehingga mau tidak mau mereka harus memahami bahasa yangberkembang disana. Bahasa Yunani dan Latin sangat terlihat sebagai alat untuk       komunikasi sehari-hari.Banyak karya tulis yang tercipta, sastra bahkan sebuah penemuan        yang mendukung kebutuhan kehidupan pada saat itu. Termasuk untuk desain bagunan kotaRomawi yang sudah dirancang dengan matang untuk kebutuhan pertahanan pada saat itu.Hingga pada setiap bangunan pun memiliki sebuah ornament patung yang memilkimakna-makna tertentu.Begitu indah kelihatan diatas tetapi dibawah sudah banyak yang     hal yang disiapkan.

2.      Karya Sastra

            Banyak karya sastra yang dipengaruhi oleh gaya sastra Yunani seperti karya Ennius yang menulis tragedi dan komedi, Plautus yang menulis komedi dalam bahasa Latin, Catulus yang mengekspresikan gairah dan pemaknaan pengalaman hidup dalam karyanya, kemudian Horace dan Virgil yang menekankan pemujaan terhadap tatanan baru sebagai suatu keharusan, Propertius dan Tibullus yang menekankan topik cinta, dan dilanjutkan dengan Ovid yang semula membahas tentang pandangan politik menjadi tekanan cinta.Namun pada zaman Nero, sastra latin kembali menguat melalui karya Lucan yang terkenal yaitu “Pharsalia”, Petronius dengan karyanya “Satiricon”.Lalu dilanjutkan oleh Persius yang menulis satire tentang ajaran moral dan keagamaan.Dan muncul Juvenal yang menulis dengan menyindir moral dan kemunafikan golongan atas orang Romawi.   

3.      Cicero dan Varro

Orang yang paling berpengaruh yang tentunya menjadi fitur penggabungan antara tradisi dan kebudayaan antara Yunani dan Romawi adalah Cicero dan Varro.Kedua orang ini memegang peranan yang signifikan sebagai politisi pada periode akhir republik Roma.

1.      Cicero (106-43 SM),

Dari pemerintahan aristokrasi Arpinum, dirinya mempelajari retorika dan filsafat Yunani secara ekstensif, pertama kali didapat di  Roma, kemudian di Athena (dimana gurunya adalah Antiokhus dari Askalon), Smirna, dan Rhodes.Sebagai seorang pemuda, Cicero telah belajar dari seorang akademisi bernama Philo dari Larissa, yang datang ke Roma setelah bencana perang dengan Mithridates (88 SM).Etika adalah pusat pemikiran utama dari filsafat Cicero.Dengan tegas dia menolak pendapat kaum Epikuron, dan cenderung kepada Stoisisme.

Setelah dia kembali dari studinya, dia memasuki karir politiknya. Dia mulai menjadi quaestor di Sisilia dan puncaknya ketika ia terpilih menjadi seorang konsul pada tahun 63 dan pembukaannya dalam konspirasi Catiline. Pengalaman Cicero sebagai seorang politisi yang aktif memberikannya keuntungan untuk menyatukan pemikirannya terhadap kebijakan Senat Romawi, administrasi, dan hukum. Pada zaman Cicero, pendidikan pada bidang retorika merupakan persiapan penting bagi kantor publik.

2.      Varro (116-27 SM).

Sebagaimana Cicero telah menciptakan sebuah kriteria untuk generasiRomawi kedepannya dalam bidang retorika dan filsafat,Varro jugadapat mengembangkan prestasi yang sama dalam hal sejarah kebudayaan dan dalam hal yang meliputi ilmu pengetahuan.Kemampuannya yang brilian dalam pengetahuan sains, memampukan dia membuat ulang beberapa tradisi dunia Yunani kedalam wadah baru Romawi. Karya-karyanya terdiri lebih dari 50 judul adalah risalah dalam Philologi dan tata bahasa (25 buku dalam bahasa Latin), investigasi dalam literatur, ilmu pertanian, teori angka, sistem edukasi, retorika, filsafat, hukum sipil, sejarah dan biografi

Cicero dan Varro memiliki kesamaan sebagai seorang eklestisis yang menyatakan posisi yang sama dari kebenaran ajaran-ajaran pemikiran filsafat dan penekanan pada kebaikan ajaran.Sedangkan perbedaan dari keduanya adalah Cicero menggunakan orasi sebagai instrument politik dan menempatakan filosofis yang memodifikasi skeptisme sedangkan Varro secara lebihmenguasai ilmu pasti yang menciptakan ilmu pengetahuan.

  

4.      Penulisan Sejarah

Ada lima bentuk penulisan sejarah diantaranya adalah :

·         Dari Cato kepada Sallust.

Historiografi Roma dimulai pada abad ke-3 SM dengan karya-karya dalam bahasa Yunani, yang menunjukkan gambaran positif dari Roma kepada dunia Yunani.Sejarah pertama bangsa Romawi ditulis dalam bahasa Latin oleh Cato (234-149 SM).Kemudian diikuti oleh kelompok yang dinamakan dengan“analis kuno”.

·         Sallust

Sejarahwan yang paling berpengaruh adalah Sallust, pendukung kuat Caesar dan sebayanya (86-34 SM). Karya-karya dari Caesar dan Sallust mengatasi  historiografi kronografi dan menggantinya dengan sebuah pandangan sejarah yang mengerti masa lalu sebagai basis dari komitmen politik masa sekarang, dan tidak takut meciptakan pengalaman sejarah yang kontemporer sebagai subyek utama.

·         Livy(59 SM-17 M).

Livy bukanlah seorang politisi dan sejarahwan pada waktu yang sama merupakan sebuah fenomena baru dalam historiografi Latin.Sama seperti kebanyakan penulis pada zamannya (seperti Virgil), dia datang dari bagian Utara Itali.Karya Livy secara original terdiri dari 142 buku, yang mana seperempatnya adalah epitome dan tabel konten dari buku yang hilang. Dalam bentuk eksternalnya, karya Livy memperbaharui tradisi dari sejarah Romawi, baik dari segi bahasa dan gayanya sangat  dipengaruhi oleh Cicero, dan demikian mencapai level yang tinggi dalam seni naratif sejarah.

·         Yosefus.

Flavius Yosefus merupakan seorang sejarahwan berdarah Yahudi yang menulis pada periode Helenistik dan Romawi.Dia lahir pada tahun 37/38 M dan dari kaum bangsawan imam Yerusalem. Pada tahun 64 M, dia pergi ke Roma untuk bernegosiasi dengan petinggi Romawi; dan sekembalinya dari sana, dirinya menjadi pemimpin revolusi bangsanya, namun kemmudian menjadi tawanan Romawi.Bagian utama dari tulisannya adalah kehadiran langsung Yosephus dalam peristiwa sejarah.Motif menulis sejarah adalah apologetika sejarah dan kebudayaan.

·         Tacitus.

Lahir pada tahun55.Tacitus adalah penulis terakhir pada masa kerajaan.Tacitus memberikan gambaran tentang kegagalan institusi dari sistem konstitusi pada kekuasaan Romawi. Ini sama dengan apa yang telah ditampilkan oleh Yosephus. Namun ketika Yosephus mengkritisi kesalahan dan ketidak bagusan pengolahan administrasi Romawi atas kekuasaannya di Palestina, Tacitus mengkususkan dirinya pada sejarah Romawi padda abad pertama terkait dengan kekuasaan tirani dari Kaisar Domitian.Ini tertuang dalam tulisan yang berjudul “the Histories” dan “the Annals”.Dirinya dimotifasi oleh perjajian politik yang ada serta protes moral selama periode tersebut.Standart moral diacukan pada moralitas dimasa lalu, khususnya dilingkungan para bangsawan Romawi, untuk kemudian dibandingkan dengan masa kini.

·         Arius dan Dio Cassius.

Ariusmempublikasikan monograf dengan kajian atas obsevasi dan pengalaman sendiri.Arius menjadi sejarahwan bagi Alexsander Agung. Kritiknya yang menghakimi ditampilkan dalam bentuk presentasi yang diambil dari gaya Xenopon, dan kedudukannya sebagai jenderal dan politikus tetap aman dan semua karyanya menjadi sumber utama bagi pemerintahan Aleksander Agung.

Sedangkan Dio Cassius (meninggal setelah 230) menulis sejarah kedalam 80 buku.Di Bitinia yang menjadi seorang konsul pada tahun 229.Dimana sejarah yang ditulisnya berasar dari sejarah awal romawi hingga pada masanya.Dio cassius juga dipengaruhi secara kuat oleh analisa Latin dengan memasukan komentar atau ceramah panjang,dengan turut memasukkan penilaiannya terhadap peristiwa-peristiwa sejarah Romawi yang ditemui secara langsung.

 

5.      Retorika dan Kaum Sofistik Kedua

·         Quintilian(35-100).

Dirinya penerus yang dapat dikatakan menjadi guru dan contoh dari ilmu retorika yang di gaji oleh negara.Dia menulis sebuah buku panduan tentang beretorika, yang berjudul Institutio Oratoria yang menekankan pentingnya penggabungan antara kebijaksanaan dan pengetahuan pada kenegaraan.Ini menjadi pembaharuan dalam kaum sofistik. Menurutnya siapapun yang  benar-benar mempelajari retorika tidak hanya memiliki kesempatan untuk menjadi politikus, pengacara, pejabat publik, tetapi juga menjadi sukses menjadi penulis, sejarahwan, serta berkesempatan menjadi terkenal dan makmur. Bagi dirinya,filsafat tidak memiliki arti jika tidak memiliki kemampuan retorika, sebab poendidikan retorika menjadi dasar bagi aplikasi pengetahuan filsafat.

·         Fronto(100-175),

Ia merupakan guru retorika Latin yang terkenal pterada abad ke-2. Tetapi hanya beberapa tulisan yang tersimpan, sementara ajaran lisannya hilang.Dia terpengaruh politik selama perintahan Hadrian.Antonius Pius mengakatnya sebagai guru bagi calon kaisar Marcus Aurelius dan Venus.

·         Sofistik Kedua.

Pada masa, pembaharuan retorika Yunani dikenal sebagai sofistik kedua.Tradisi ini berangkat dari konsep-konsep ideal tentang politikus yang memiliki kebijaksanaan. Pendukung utama gaya Yunani ini diikuti contoh klasika adalah Herodes Attecus (110-117), dari Maraton dekat Athena. Pengaruh politiknya yang tidak diragukan lagi oleh istrinya Regila yang berhubungan dengan Faustina, istri dari kaisar Antonius Pius.Dia adalah seorang orator ulung, yang kemudian menjadi guru retorika Yunani bagi Marcus Aurelius.Murid-muridnya adalah Hadrian dari Tyre (113-193) dan Hermogenes (160-225), merekalah yang melanjutkan cita-cita retorikanya.

A.    Stoik Periode Kekaisaran

a.      Seneca(4 SM-65).

Selama abad kedua Masehi, para kekaisaran Roma menemukan kursi-kursi yang diberkati  bagi seluruh sekolah filsafat klasik. Di dalam muatan pengajaran etikanya, Stoisisme menjadi filsafat khas Romawi.Hal ini dapat dilihat dari pengajaran Seneca, yang menjadi filsuf Stoik pertama di masa kekaisaran Romawi.Konsepnya tentang Tuhan, sepenuhnya dirancang untuk mengajarkan moral.

b.      Musonius Rufus dan Epictetus.

Bentuk standar dari filsafat StoikpadawaktuituditunjukkanolehMusonius Rufus (30-100), yang menjadi guru Epictetus danDio-Prusa.Epictetus(55-135),satu-satunya non-RomawiantaraStoaterkemukaperiodekekaisaran. Epictetus datangdarikotaFrigian di Hierapolis, pernahsekalimenjadibudak, dantinggal di Roma padamasakekaisaranFlavian. Epictetus hanya mengenal satu aturan, yaitu kasih kepada seluruh makluk hidup.Semua makluk hidup adalah saudara kandung yang harus diperlakukan dengan kasih sayang dan respek.

c.       Markus Aurelius.

Lahir tahun 121 dan menjadi kaisar tahun 161-180, Markus Aurelius menerima pendidikan retorikal yang sangat bagus dirancang untuk menyiapkannya untuk posisi tertinggi di kekaisaran. Seperti Epictetus, Markus Aurelius menekankan aturan dari seluruh dunia melalui penataan dan aturan Tuhan.

6.      Berfilsafat di depan Publik

Para filsuf Kristen dan Yahudi lebih mengutamakan kekuatan berorasi di depan publik dan ditambah kemampuan magis yang lebih memberikan efek daripada pencerahan yang dalam tentang rasionalisasi, moralitas dan nilai religius.

7.      Dio Prusa, Plutarch & Lucian

Ketiga filsuf ini adalah orang yang berpengaruh dalam perkembangan kebudayaan Romawi.Dio Prusa adalah seorang filsuf penceramah yang menekankan bahwa gairah dan nafsu manusia adalah penghalang kepada moralitas seseorang.Plutarch menekankan dasar moralitas dan sikap religius yang sama dengan Dio dan pemikiran teologinya tentang penafsiran yang benar atas agama dan tradisi agama.Lucian sendiri duklunya seorang orator yang merefleksikan presentasi filsafat, retorika, moral dan agama.

B. AGAMA-AGAMA DALAM PERIODE KEKAISARAN ROMAWI

1.      Agama Romawi dan Peribadatan Orang Asing

            Agama bangsa Romawi bersifat sinkritisme yang mengenal adanya dewa-dewa, memiliki kekudusan dan kesucian yang didasarkan melalui ketaatan terhadap kewajiban dalam ritual, dimana ritual sebagai hasil observasi dan doa sebagai senjata paling ampuh.Kemudian muncul peribadatan orang asing, seperti : (1)ibadat Dionycus di Etruria yang melakukan upacara malam hari di Kuil, (2)Ibadat terhadap Isis di imigran Mesir dan (3)Yudaisme yang sulit mendapat pengakuan resmi sebagai agama negara hingga masa Kaisar Nero yang melakukan penghukuman pada para missionaris.

            Namun bencana juga turut datang di Roma karena agama-agama asing,dimana datangnya skandal Bacchanalia pada tahun 186 M.Yang mengakibatkan ibadat Dionysius sangat merebak luas di Eturia dan dibagian lain kota Roma.Upacara ini dilakukan pada malam hari,yang melibatkan laki-laki dan perempuan.Roma benar-benar tidak dapat menghilangkan kekhawatirannya atas ibadat orang asing yang muncul sebagai agama misterius.Mereka benar-benar takut pada praktik sihir dan magis.Biarmanapun,misteri Dionysius/Bacchus tetaplah popular di Italia dan setelah era republik kembali mengambil bentuk dan pengikut.

            Tetapi kekristenan yang menyebar dengan cepat di sejumlah daerah,tidaklah mendapatkan pengakuan dari pemerintah Romawi.Yudaisme/agama Yahudi memang sulit dibuktikan mendapatkan pengakuan resmi sebagai agama negara,tetapi pengakuan terhadap mereka tetap ada.Namun meskipun demikan ,para missionaris kristen tetap diperbolehlan berkhotbah di jalan hingga pasar dalam kota .

            Apologet Kristen mula-mula selalu berusaha berargumen bahwa kekristenan bukanlah sekte agama baru,melainkan warisan dari agama kuno Israel.Tapi bagi penguasa Romawi,itu belimlah terbukti.Ini adalah masalahnya.belum lagi.Ketidaktundukan orang Kristen menyembah agama Kaisar.

2.      Penyembahan terhadap Kaisar

            Merupakan pengembangan dari tradisi penyembahan raja dari budaya Hellenisme dabn konsep manusia super dalam tradisi Romawi.Pendewaan Cesar disucikan oleh senat dan menerimanya secara resmi sebagai bagian dari dewa-dewa Romawi sehingga Cesar melegitimasi dirinya sebagai penerus warisan dan merupakan takdir dewa.Kaisar yang pernah memimpin adalah Cesar, Agustus, Tiberius, Caligula, Claudius, Vespapian dan Domitius.

            Pendewaan Cesar,yang secara spontan ditahbiskan oleh rakyat dan kemudian disucikan oleh senat ,dan menerimanya secara resmi sebagai bagian dari dewa-dewa Romawi,serta membangun altar untuknya didalam kota.

            Raja adalah anak dari seorang dewa.Konsep keilahian oleh kaisar sendiri pun memperoleh protes pada akhirnya.Hingga muncul pemahaman baru dimana yang disembah adalah kekuatan yang ditunjukkan kepada kaisar.Sampai kepada kaisar Agustus sendiri yang mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan.Dia menginginkan agar patungnya ada disinagoge-sinagoge.Tetapi ini menjadi hambatan bagi orang Kristen yang menjadikan kristus sebagai yang layak disembah.

3.      Mithras

            Merupakan ilah yang telah mengakar kuat yang diyakini lahir tanggal 25 Desember.Inti pengakuannya adalah pertemuannya dengan dewa matahari (Sol) yang memungkinkan hubungan tujuh planet sebagai “kelahiran kembali”,Penguasa Roma mendukung para pengikutnya karena menguntungkan posisinya.

Ini adalah sebuah agama misteri.Hanya kaum laki-laki yang dapat masuk    kedalamnya. Pada abad 3, Mithras diakui  dewa resmi dalam negara. Sosok Mithras sebagai dewa yang diagungkan karena dewa matahari sendiri pun bertekuk dihadapannya.Mithras sendiri sangat dihubungkan dalam tata surya, arah mata angin, dan penciptaan.

4.      Neopitagorasisme

            Berkembang pada masa akhir Hellenisme dan Kekaisaran Romawi yang diprakarsai oleh para pengikut Pitagoras ( politikus dan teoritikus).Menguduskan diri dalam ritual dengan menggunakan jubah berwarna putih dan mengenakan sepatu memasuki kuil.Menekankan pola hidup yaitu tidak memakan daging, tidak mandi, menjalankan puasa secara reguler, memiliki kemampuan mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, meramalkan masa depan dan memberikan nasehat.

5.      Astrologi dan Sihir

            Menghasilkan kalender julius Caesar dan memuat pengetahuan terhadap hukum dan kekuatan alam raya.Menyebutkan bahwa Roh Manusia berkaitan dengan matahari dan bintang dan ilmu sihir berkaitan dengan ritus-ritus keagamaan.Mereka belajar menguasai kekuatan supranatural, alam dan energi dari tata kosmos serta mengontrol eksistensi manusia.

6.      Gnotisme dan Hermetis

            Memuat tradisi ajaran tentang asal mula Tuhan, kosmologi (menganggap dunia sebagai penjara yang membuat manusia lupa dengan hakekat aslinya) dan jalan manusia yang merdeka.Gnostisme dipengaruhi oleh tradisi penjelajahan manusia atas pengalaman hidup.Dan kaitannya dengan Hermeneutik merupakan bentuik tulisan yang merujul pada pesan-pesan keselamatan, himne, doa, proklamasi wahyu dan tidak merupakan argument filosofi.

Mereka menganggap bahwa dunia adalah tempat tragis atau produk tragis dari pergerakanatau peraturan antara dewa dan manusia. Gnostis memuat tradisi tentang asal mula Tuhan, kosmologi, dan jalan manusia untuk merdeka.Agama ini dipengaruhi oleh penjelajahan manusia atas pengalaman hidupterkaitatashakikatmanusia yang lebih tinggi dari yang lain.TulisanHermeneutis adalah pesan-pesan keselamatan.Tulisan ini bukanlah sebuah argument filosofi.Tetapi sebagai dialog yang     bisa menjelaskan jawaban atas gnostisme.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Religious Moderation: Strengthening Relationships In Order To Maintain Religious Harmony In Indonesia

  I. Introduction Indonesia has a pluralistic nation, namely a nation that has a variety of ethnicities, cultures and religions. This was ...