Hidup
yang baru berarti melakukan perbuatan-perbuatan baik, bukan supaya memperoleh
selamat, tetapi perbuatan baik keluar dari ungkapan terima kasih kepada Kristus
yang telah menyelamatkan. Maka kebebasan seorang Kristen tidak berarti bahwa
aku dibebaskan dari perbuatan baik; sebab perbuatan baik tidak menyelamatkan
aku, tetapi dengan sukacita tetap melakukannya. Menurut Luther, orang beriman
itu bebas. Bebas dari peraturan untuk berbuat baik, bebas dari perhambaan
Taurat, bebas dari ikatan seremonial gerejawi, tetapi tunduk kepada sesamanya
demi kasih. Kebebasan itu berasal dan ada di dalam Tuhan Yesus Kristus saja. Kita
hanya memperoleh itu melalui iman kepada Dia. Iman adalah mendengar kepada
firman Allah. firman Allah adalah berita tentang Anak Allah yang telah menjadi
daging, menderita, bangkit dari antara orang mati, dan yang ditinggikan. Yang
membebaskan manusia dan menggembalakan jiwa, menjadikan manusia benar,
membebaskan dan menyelamatkan manusia adalah Yesus dan iman kepada Yesus. Iman
itu tidak dapat diterima atau dipelihara oleh perbuatan apapun. Orang Kristen
tidak rakus dan mementingkan diri sendiri. Jiwa orang Kristen paling taat
kepada Allah dalam segala sesuatu, dan tidak menempatkan dirinyan sebagai
berhala. Dari iman mengalir kasih dan sukacita, dan dari kasih mengalir pikiran
yang gembira, rela dan bebas melayani sesama manusia dan tidak memikirkan penghargaan.
Keselamatan tidak untuk diperdagangkan. Keselamatan adalah hadiah Allah yang
bebas. Menurut Luther, kebebasan yang bebas dan patuh dalam kasih Kristus demi
orang lain, mendorong orang Kristen untuk melakukan pilihan yang bebas dan
patuh, dalam rangka memikul tanggung jawab moral di tengah masyarakat, baik di
bidang ekonomi, politik, bahkan lingkungan hidup.
Seorang Kristen yang percaya adalah
bebas dari dosa melalui iman dalam Allah, tetapi diikat oleh kasih untuk
melayani sesamanya. Seorang Kristen adalah tuan yang sempurna bebas dari
segalanya, tidak mengabdi kepada apa pun. Seorang Kristen adalah hamba yang
sempurna, patuh kepada segalanya, mengabdi kepada semua. Jiwa membutuhkan
firman Allah untuk kehidupan dan kebenaranya, begitu juga jiwa manusia
dibenarkan hanya oleh iman saja dan bukanya oleh suatu pekerjaan; karena
jikalau jiwa dapat dibenarkan oleh suatu hal yang lain, maka firman itu tidak
dibenarkan, dan sebagai akibatnya iman tidak diperlukan. Iman dapat memerintah
manusia batin saja. Karena dengan hati orang percaya dibenarkan, dan hanya
karena iman saja yang membenarkan, dibebaskan atau diselamatkan oleh perbuatan
luar atau usaha apapun, dan bagaimanapun bentuk perbuatan-perbuatan itu, tidak
ada sangkut pautnya dengan manusia batin. Iman memerintah manusia batin saja. Iman
yang benar dalam Kristus adalah suatu harta yang tiada bandingannya, yang
membawa keselamatan yang sempurna, dan menyelamatkan manusia dari segala
kejahatan. Hukum Taurat bertujuan mengajar seseorang untuk mengenal dirinya
sendiri, sehingga melaluui hukum Taurat itu dia mengenalketidakmampuannya untuk
berbuat yang baik dan bisa berputus asa di dalam kemampuannya sendiri. Dia
sendiri yang memerintah dan Dia sendiri yang menggenapi. Karena itu janji-janji
Allah adalah milik perjanjian baru. Karena janji-janji Allah itu adalah firman
yang kudus, benar, adil, bebas dan penuh damai, penuh dengan kebaikan, maka
jiwa yang bergantung padanya dengan iman yang teguh akan bersatu sedemikian
erat denganya dan semua bersama-sama diikat plehnya sehingga jiwa itu tidak
hanya akan ambil bagian di dlam segala kuasanya tetapi olehnya akan dipenuhi
dan dimabukkan dengan kegembiraan. Fungsi iman adalah mengormati siapa yang
dipercayainya dengan segala hormat dan penghargaan yang tertinggi karena iman
menganggapnya tulus dan dapat dipercaya. Jika jiwa percaya teguh pada
janji-janji Allah, maka janji Allah itu akan menganggapnya tulus dan benar. iman
mendatangkan kebenaran dan kebajikan melalui pemberian kepada Allah apa yang
menjadi milik-Nya. Iman menyatukan iman dengan Kristus. Anugerah yang dimiliki
manusia batin kita itu ada dalam Kristus. Seorang Kristen adalah bebas dari
segalanya dan atas semuanya, sehingga dia tidak membutuhkan suatu perbuatan
untuk menjadikan dia benar dan menyelamatkannya, karena hanya iman sendiri saja
yang menganugerahkan semuanya itu secara melimpah. Iman harus berkembang dari
hari ke hari sampai kepada hidup kelak. Oleh karena itu, satu-satunya usaha
ialah melayani Allah dengan gembira dan tanpa memikirkan suatu keuntungan, di
dalam kasih yang tiada terpaksa. Mengerjakan perbuatan yang baik itu dari kasih
yang spontan dalam ketaatan kepada Allah dan tidak mempertimbangkan apa-apa
selain hanya mengharapkan pengakuan dari Allah, yang mau dia taati dengan cara
yang teliti dalam segala hal. Perbuatan orang Kristen yang telah dibenarkan dan
yang telah diselamatkan oleh iman itu adalah berdasarkan anugerah Allah yang
murni dan bebas.
Kesimpulan:
Karena pribadi dibenarkan dan
diselamatkan bukan oleh perbuatan atau hukum, tetapi oleh firman Allah yaitu
oleh perjanjian anugerah-Nya, dan oleh iman, supaya kemuliaan Allah tetap ada,
yang telah menyelamatkan kita bukan oleh perbuatan kebenaran yang telah kita
buat sendiri, tetapi berdasarkan kebaikan rahmat-Nya, oleh firman anugerah-Nya
bila kita percaya. Dari iman mengalir kasih dan sukacita di dalam Tuhan, dan
dari kasih mengalir pikiran gembira, rela dan bebas melayani manusia dan tidak
memikirkan perhargaan, tanpa pamrih, cacian, pujian, untung dan rugi. Melakukan
segala sesuatu dengan bebas dan gembira demi kepentingan orang lain. Karena
itu, seorang Kristen tidak hidup dalam dirinya sendiri, tetapi dia hidup di
dalam Kristus melalui iman, dan dalam
sesamanya melalui kasih. Dengan iman dia diangkat keluar dari dirinya sendiri
ke dalam Allah.
Perbandingan:
Kebebasan
seorang Kristen menurut Luther adalah orang beriman itu bebas. Bebas dari
peraturan untuk berbuat baik, bebas dari perhambaan Taurat, bebas dari ikatan
seremonial gerejawi, tetapi tunduk kepada sesamanya demi kasih. Kebebasan itu
berasal dan ada di dalam Tuhan Yesus Kristus saja. Kita hanya memperoleh itu
melalui iman kepada Dia. Sedangkan menurut K. Bertens kebebasan adalah
berdasarkan filsafat, yaitu berhubungan dengan usaha manusia itu sendiri
terhadap dirinya, dan pengalaman hidupnya dalam taraf refleksi. Menurut
filsafat juga, kebebasan berhubungan kehidupan manusia yang umum yang terjadi
dalam kehidupannya yang berhubungan dengan fisik, hukum, kemerdekaan, moral,
psikologis dan lainnya. Kedua pengertian kemerdekaan ini sangat berbeda. Luther
menekankan kebebasan seorang Kristen berdasarkan kehidupan seseorang yang telah
diselamtkan oleh Allah yang bebas melakukan kehendaknya yang melahirkan kasih
kepada Allah dan sesamanya, sedangkan menurut filsafat kebebasan yang dimaksud
adalah bebas dalam perbuadakan, bebas bertindak, bebas mengarhkan hidupnya
sendiri. Kebebasan seorang Kristen menurut Luther memang bebas, tetapi bebas
yang dimaksud bukan melahirkan perbuatan yang tidak dilandasi iman, sedangkan
menurut filsafat, seseorang bebas menetukan dirinya sendiri. Menurut Luther
kebebasan melahirkan hati yang tulus dalam melakukan perbuatan, sedangkan
menurut filsafat kebebasan melahirkan suatu kebimbangan, ia menentukan dirinya
sendiri, dan ada unsur paksaan moral. Kebebasan filsafat mengalami paksaan
moral dalam menentukan diri. Intinya adalah, kebebasan Luther melahirkan
sukacita dan kasih, sedangkan menurut filsafat melahirkan batasan duniawi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar