Selasa, 25 Juli 2023

Kebebasan Seorang Kristen

Hidup yang baru berarti melakukan perbuatan-perbuatan baik, bukan supaya memperoleh selamat, tetapi perbuatan baik keluar dari ungkapan terima kasih kepada Kristus yang telah menyelamatkan. Maka kebebasan seorang Kristen tidak berarti bahwa aku dibebaskan dari perbuatan baik; sebab perbuatan baik tidak menyelamatkan aku, tetapi dengan sukacita tetap melakukannya. Menurut Luther, orang beriman itu bebas. Bebas dari peraturan untuk berbuat baik, bebas dari perhambaan Taurat, bebas dari ikatan seremonial gerejawi, tetapi tunduk kepada sesamanya demi kasih. Kebebasan itu berasal dan ada di dalam Tuhan Yesus Kristus saja. Kita hanya memperoleh itu melalui iman kepada Dia. Iman adalah mendengar kepada firman Allah. firman Allah adalah berita tentang Anak Allah yang telah menjadi daging, menderita, bangkit dari antara orang mati, dan yang ditinggikan. Yang membebaskan manusia dan menggembalakan jiwa, menjadikan manusia benar, membebaskan dan menyelamatkan manusia adalah Yesus dan iman kepada Yesus. Iman itu tidak dapat diterima atau dipelihara oleh perbuatan apapun. Orang Kristen tidak rakus dan mementingkan diri sendiri. Jiwa orang Kristen paling taat kepada Allah dalam segala sesuatu, dan tidak menempatkan dirinyan sebagai berhala. Dari iman mengalir kasih dan sukacita, dan dari kasih mengalir pikiran yang gembira, rela dan bebas melayani sesama manusia dan tidak memikirkan penghargaan. Keselamatan tidak untuk diperdagangkan. Keselamatan adalah hadiah Allah yang bebas. Menurut Luther, kebebasan yang bebas dan patuh dalam kasih Kristus demi orang lain, mendorong orang Kristen untuk melakukan pilihan yang bebas dan patuh, dalam rangka memikul tanggung jawab moral di tengah masyarakat, baik di bidang ekonomi, politik, bahkan lingkungan hidup.

            Seorang Kristen yang percaya adalah bebas dari dosa melalui iman dalam Allah, tetapi diikat oleh kasih untuk melayani sesamanya. Seorang Kristen adalah tuan yang sempurna bebas dari segalanya, tidak mengabdi kepada apa pun. Seorang Kristen adalah hamba yang sempurna, patuh kepada segalanya, mengabdi kepada semua. Jiwa membutuhkan firman Allah untuk kehidupan dan kebenaranya, begitu juga jiwa manusia dibenarkan hanya oleh iman saja dan bukanya oleh suatu pekerjaan; karena jikalau jiwa dapat dibenarkan oleh suatu hal yang lain, maka firman itu tidak dibenarkan, dan sebagai akibatnya iman tidak diperlukan. Iman dapat memerintah manusia batin saja. Karena dengan hati orang percaya dibenarkan, dan hanya karena iman saja yang membenarkan, dibebaskan atau diselamatkan oleh perbuatan luar atau usaha apapun, dan bagaimanapun bentuk perbuatan-perbuatan itu, tidak ada sangkut pautnya dengan manusia batin. Iman memerintah manusia batin saja. Iman yang benar dalam Kristus adalah suatu harta yang tiada bandingannya, yang membawa keselamatan yang sempurna, dan menyelamatkan manusia dari segala kejahatan. Hukum Taurat bertujuan mengajar seseorang untuk mengenal dirinya sendiri, sehingga melaluui hukum Taurat itu dia mengenalketidakmampuannya untuk berbuat yang baik dan bisa berputus asa di dalam kemampuannya sendiri. Dia sendiri yang memerintah dan Dia sendiri yang menggenapi. Karena itu janji-janji Allah adalah milik perjanjian baru. Karena janji-janji Allah itu adalah firman yang kudus, benar, adil, bebas dan penuh damai, penuh dengan kebaikan, maka jiwa yang bergantung padanya dengan iman yang teguh akan bersatu sedemikian erat denganya dan semua bersama-sama diikat plehnya sehingga jiwa itu tidak hanya akan ambil bagian di dlam segala kuasanya tetapi olehnya akan dipenuhi dan dimabukkan dengan kegembiraan. Fungsi iman adalah mengormati siapa yang dipercayainya dengan segala hormat dan penghargaan yang tertinggi karena iman menganggapnya tulus dan dapat dipercaya. Jika jiwa percaya teguh pada janji-janji Allah, maka janji Allah itu akan menganggapnya tulus dan benar. iman mendatangkan kebenaran dan kebajikan melalui pemberian kepada Allah apa yang menjadi milik-Nya. Iman menyatukan iman dengan Kristus. Anugerah yang dimiliki manusia batin kita itu ada dalam Kristus. Seorang Kristen adalah bebas dari segalanya dan atas semuanya, sehingga dia tidak membutuhkan suatu perbuatan untuk menjadikan dia benar dan menyelamatkannya, karena hanya iman sendiri saja yang menganugerahkan semuanya itu secara melimpah. Iman harus berkembang dari hari ke hari sampai kepada hidup kelak. Oleh karena itu, satu-satunya usaha ialah melayani Allah dengan gembira dan tanpa memikirkan suatu keuntungan, di dalam kasih yang tiada terpaksa. Mengerjakan perbuatan yang baik itu dari kasih yang spontan dalam ketaatan kepada Allah dan tidak mempertimbangkan apa-apa selain hanya mengharapkan pengakuan dari Allah, yang mau dia taati dengan cara yang teliti dalam segala hal. Perbuatan orang Kristen yang telah dibenarkan dan yang telah diselamatkan oleh iman itu adalah berdasarkan anugerah Allah yang murni dan bebas.

Kesimpulan:

            Karena pribadi dibenarkan dan diselamatkan bukan oleh perbuatan atau hukum, tetapi oleh firman Allah yaitu oleh perjanjian anugerah-Nya, dan oleh iman, supaya kemuliaan Allah tetap ada, yang telah menyelamatkan kita bukan oleh perbuatan kebenaran yang telah kita buat sendiri, tetapi berdasarkan kebaikan rahmat-Nya, oleh firman anugerah-Nya bila kita percaya. Dari iman mengalir kasih dan sukacita di dalam Tuhan, dan dari kasih mengalir pikiran gembira, rela dan bebas melayani manusia dan tidak memikirkan perhargaan, tanpa pamrih, cacian, pujian, untung dan rugi. Melakukan segala sesuatu dengan bebas dan gembira demi kepentingan orang lain. Karena itu, seorang Kristen tidak hidup dalam dirinya sendiri, tetapi dia hidup di dalam Kristus melalui iman,  dan dalam sesamanya melalui kasih. Dengan iman dia diangkat keluar dari dirinya sendiri ke dalam Allah.

Perbandingan:

            Kebebasan seorang Kristen menurut Luther adalah orang beriman itu bebas. Bebas dari peraturan untuk berbuat baik, bebas dari perhambaan Taurat, bebas dari ikatan seremonial gerejawi, tetapi tunduk kepada sesamanya demi kasih. Kebebasan itu berasal dan ada di dalam Tuhan Yesus Kristus saja. Kita hanya memperoleh itu melalui iman kepada Dia. Sedangkan menurut K. Bertens kebebasan adalah berdasarkan filsafat, yaitu berhubungan dengan usaha manusia itu sendiri terhadap dirinya, dan pengalaman hidupnya dalam taraf refleksi. Menurut filsafat juga, kebebasan berhubungan kehidupan manusia yang umum yang terjadi dalam kehidupannya yang berhubungan dengan fisik, hukum, kemerdekaan, moral, psikologis dan lainnya. Kedua pengertian kemerdekaan ini sangat berbeda. Luther menekankan kebebasan seorang Kristen berdasarkan kehidupan seseorang yang telah diselamtkan oleh Allah yang bebas melakukan kehendaknya yang melahirkan kasih kepada Allah dan sesamanya, sedangkan menurut filsafat kebebasan yang dimaksud adalah bebas dalam perbuadakan, bebas bertindak, bebas mengarhkan hidupnya sendiri. Kebebasan seorang Kristen menurut Luther memang bebas, tetapi bebas yang dimaksud bukan melahirkan perbuatan yang tidak dilandasi iman, sedangkan menurut filsafat, seseorang bebas menetukan dirinya sendiri. Menurut Luther kebebasan melahirkan hati yang tulus dalam melakukan perbuatan, sedangkan menurut filsafat kebebasan melahirkan suatu kebimbangan, ia menentukan dirinya sendiri, dan ada unsur paksaan moral. Kebebasan filsafat mengalami paksaan moral dalam menentukan diri. Intinya adalah, kebebasan Luther melahirkan sukacita dan kasih, sedangkan menurut filsafat melahirkan batasan duniawi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Religious Moderation: Strengthening Relationships In Order To Maintain Religious Harmony In Indonesia

  I. Introduction Indonesia has a pluralistic nation, namely a nation that has a variety of ethnicities, cultures and religions. This was ...