I.Suharyo,
Pr dalam bukunya yang berjudul Mengenal Tulisan-tulisan Perjanjian Lama
mengenalkan Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan dengan nama
TAURAT (Kitab Hukum) dan PENTATEUKH (Lima Kitab). Inti dari Kitab Pentateukh
ini adalah kisah Allah yang memilih dan mengangkat Israel menjadi umat-Nya. Dalam
buku ini, diberitahukan bahwa kisah dan peristiwa yang diceritakan di Kitab
Pentateukh terjadi sebelum tahun 400 SM dan melalui proses panjang
dihasilkanlah sebuah karya sebagaimana yang kita miliki sekarang.
Kisah
dalam Kitab Pentateukh diteruskan dalam bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan
tempat dan lingkungan penulis. Kaum Yahwis adalah kaum yang menggunakan kata “YHWH”
sebagai nama Allah, Kaum Elohis adalah kaum yang menggunakan kata “Elohim” sebagai
nama Allah. Kitab Pentateukh juga disusun oleh kontribusi kaum Priest / kaum
Imam yang berpusat pada hukum, silsilah, peraturan ibadah, dan teologi. Pada
kisah tertentu dalam Kitab Pentateukh, terdapat gabungan antara tulisan kaum Y
dan Kaum E dengan penambahan bahan-bahan tradisi lain.
Kitab
Pentateukh kemudian disusun oleh para imam dan ahli kitab selama dan sesudah
masa pembuangan Babilonia (587 SM – 538 SM). Pada tahun 398 SM, Ezra, ahli kitab
melengkapi Kitab Pentateukh walau hasilnya tidak selalu selaras, dibuktikan
dengan adanya beberapa kisah yang sama namun disajikan dalam bentuk dan
kronologi yang berbeda.
A.
KITAB
KEJADIAN
Kitab
Pertama dari Pentateukh adalah kejadian, sehingga dengan itu, Kitab Kejadian
merupakan Kitab pertama dalam Kitab Suci.
Buku ini membagi
Kitab Kejadian dalam empat bagian umum:
-Bagian I : Kejadian 1 – 11
Kisah
Penciptaan dunia dan manusia, dosa manusia pertama, air bah yang menghancurkan
keturunan manusia yang berdosa, dan keturunan Nuh yang kembali memenuhi bumi,
serta adanya penjelasan mengenai asal-usul berbagai bangsa melalui keturunan
Nuh.
-Bagian II : Kejadian 12 – Kejadian 25 : 18
Silsilah Abraham
dan nenek moyang Yahudi
-Bagian III : Kejadian 25 : 19 – Kejadian 37 : 1
Kisah keturunan
Abraham yaitu Ishak, dan Yakub (Israel)
-Bagian IV : Kejadian 37 : 2 – Kejadian 50 : 26
Kisah Yusuf dari
penjualannya sebagai budak hingga menjadi perdana menteri firaun.
1.
Penciptaan,
dosa, dan air bah
Buku ini mempercayai
bahwa kisah penciptaan, dosa, dan air bah merupakan kisah utama dalam Kitab
Kejadian bagian pertama. Ketiga kisah ini menceritakan dua hal, yaitu :
-
Asal-usul dunia, dan
-
Masa lampau sebelum
segala sesuatu ada
Namun
ketiga kisah tersebut tidak bercerita secara ilmiah. Sebagian Kitab Kejadian
diambil dari mitologi Timur Tengah Kuno. Mitologi tersebut berisikan kehidupan
dewa-dewi (makhluk diatas). Salah satu kisah yang paling populer adalah
terbentuknya jagad raya dari bangkai Binatang Purba yang mati dikalahkan oleh
Pemimpin Dewa dalam peperangan.
Kisah
mitologi Timur Tengah itu kemudian diubah dan disesuaikan dengan iman Israel
kepada Allah yang Esa. Kisah mitologi ini juga disesuaikan dengan Kisah Sejarah
Kitab Suci. Kisah itu tepat diletakkan dalam bagian awal Kitab Kejadian (Kitab
Pertama Kitab Suci) untuk menunjukkan kasih ilahi Allah, dosa manusia, hukuman
terhadap dosa, hingga janji akan pembebasan.
Gereja Katolik memandang
bahwa kisah-kisah kitab suci diceriterakan dengan tujuan untuk :
-
Pernyataan bahwa Allah
lah yang menciptakan langit dan bumi, manusia menurut gambar-Nya.
-
Menunjukkan adanya dosa
manusia
-
Janji penyelamatan
kepada manusia (Kej. 3:15, nubuat pertama mengenai kedatangan Kristus). (Kisah
air bah adalah yang mengingatkan kita akan dosa, dan pengampunan).
2.
Lambang-lambang
Buku ini juga
menjelaskan Kitab Kejadian yang berisikan lambang-lambang untuk mengungkapkan
kebenaran tertentu. Kisah-kisah mengenai lambang itu disebut dengan mite.
Contoh mite adalah kisah air bah yang dipercaya benar-benar terjadi dan
memiliki makna yang mendalam.
Contoh lain:
Lambang penciptaan: Kisah penciptaan
dalam Kejadian 1 dan Kejadian 2, bukan rumusan ilmu pengetahuan.
Lambang dosa: Kisah jatuhnya manusia
dalam Kejadian 3. Kisah yang tidak diterima dan juga tidak ditolak.
Lambang penyelamatan akan dosa: kisah
air bah, didasarkan pada peristiwa yang benar-benar terjadi.
Adapun perlambangan
lainnya adalah seperti bumi, tanah liat, tukang periuk, air, sungai kehidupan,
pohon kehidupan, laki-laki dan perempuan. Perlambangan digunakan untuk
menguatkan kembali ikatan hubungan berbagai tulisan yang didapat dari zaman dan
orang yang berbeda.
Contohnya adalah dalam kejadian 3:15
“protoevangelium” sebagai kabar gembira dan injil keselamatan yang pertama.
3.
Nenek
moyang Kita dalam Iman
Menurut I Suharyo, Pr,
kisah tentang Abraham, Ishak, dan Yakub merupakan bagian-bagian penting dalam
Kitab Kejadian. Kisah ini diceritakan oleh pengembara yang mengembara ternak
bersama di daerah Mesir dan Siria. Kisah-kisah itu adalah kisah keluarga yang
mengenangkan dan menceritakan kembali riwayat nenek moyang. Dan kisah ini
diwariskan kepada anak-anak keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub.
Dari sisi lain kisah
ini juga menggambarkan kehidupan kelompok-kelompok atau semi-nomad (=setengah
pengembara) dan keadaan wilayah Timur sekitar tahun1800 sM. Meskipun demikian
kisah-kisah tersebut juga mempunya ciri “ cerita rakyat”. Orang-orang menceritakan
kisah ini terutama untuk menghibur dan menarik perhatian pendengarnya dengan
mengisahkan tentang nenek moyang mereka yang hebat dan gagah berani. Ketika
kitab kejadian untuk mengemukakan hubungan antara Abraham, Ishak, Yakub dengan
Allah.
4.
Panggilan
Abraham
Dalam
Kel 12, Allah memanggil Abraham untuk meninggalkan kediamannya dan berangkat
menuju tanah perjanjian. Allah juga menjanjikan keturunan yang besar baginya.
Allah yang memanggilnya adalah Allah yang Esa. Abraham menanggapinya dengan
keyakinan yang amat teruji.
Keturunan
Abraham tidak hanya melalui hubungan darah, tetapi juga karena keikutsertaan
dalam iman terhadap Allah. Perjanjian Allah dengan Abraham diberi atas dasar
kasih Allah, dan ditandai dengan pengadaan sunat (kej. 17). Abraham menerima perjanjian itu hanya karena ia
percaya kepada Allah.
Tetapi
Abraham mengalami kesulitan yang rupanya tidak dapat diatasi. Sara, istrinya
mandul dan merekan belum memilki anak padahal usia mereka sudah tua. Dalam hal
ini Abraham dicobai dan diuji imannya, dia harus bertahan dalam keadaan yang
sulit walaupun hal itu mustahil untuk dipertahankan.
5.
Cobaan
Iman
Buku Mengenal
Tulisan-tulisan Perjanjian Lama menampilkan keteguhan iman dan kepercayaan
Abraham yang kuat kepada Allah sehingga dapat membawanya pada anugerah akan seorang
anak yaitu Ishak, yang sebelumnya kita ketahui bahwa istrinya, Sara mandul. Di
balik anugerah itu iman Abraham akan dicobai dimana Allah memerintahkannnya untuk
mengorbankan anaknya. Ketaatan dan kepercayaannya masih bertahan dan kokoh yang membuat Allah menghentikan cobaan
itu. Dengan ketaatannya ia dikenal, sehingga secara otomatis kisah anaknya
(Ishak) dikenal & diangkat menjadi pokok pembicaraan.
6.
Ishak
dan Yakub
Ishak dan Yakub juga
dijelaskan dalam buku ini. Sara meninggal dan Gua Makhpela menjadi tempat
penguburannya yang dibeli oleh Abraham. Dengan membeli tanah itu, hal itu
menjadi suatu pertanda bagi Abraham dan keturunanya akan mempunyai tanah
sendiri. Diceritakan juga tentang perkawinan Ishak dan Ribka, kematian dan
penguburan Abraham, Yakub yang merebut hak kesulungan Esau (anak Ishak) dengan
bantuan Ribka (Esau meminta roti dan masakan kacang merah). Intinya penulis
menceritakan kelicikan dan kecerdikan Yakub. Penulis juga menceritakan kebaikan
dan keburukan Yakub.
7.
Yusuf
dan Saudara-saudaranya
Dalam buku I.Suharyo,Pr
yang berjudul Mengenal Tulisan-tulisan
Perjanjian Lama, Yakub disebut juga Israel sebab ia telah melihat Allah.
Dalam buku ini dipaparkan bahwa Yakub
memiliki 12 anak yang juga disebut Bapa bangsa. Hal ini juga dapat dilihat dari
kitab Kejadian yang dimulai dari pasal 37 menceritakan juga kisah Israel dan
anak-anaknya yang akhirnya tinggal di Mesir. Adanya rasa iri hati pada Yusuf
membuat saudara-saudarnya menjual Yusuf pada pedagang yang membawanya ke Mesir
yang hingga akhirnya Yusuf diangkat menjadi penguasa di Mesir. Bencana
kelaparan yang terjadi membuat saudara-saudara Yusuf pergi ke Mesir mencari
makan. Di Mesir mereka bertemu Yusuf dan dari pertemuan itu Yakub bertemu
dengan anaknya yang telah dianggapnya sudah lama mati. Pada bagian
kesimpulannya, cerita ini ingin menyampaikan bahwa adanya tema kehilangan lalu
bertemu, dan kejahatan yang dapat diampuni.
8.
Janji
dipenuhi
Buku ini juga
memaparkan kitab kejadian yang berkaitan dengan anggota keluarga dan keturunan.
Seperti cerita mengenai penggenapan janji Allah pada Abraham akan keturunan
yang Allah berikan.
Perjanjian Allah setiap kalinya
merupakan dasar pemenuhan janji Allah untuk selanjutnya. Dan tidak hanya
berhenti pada cerita Ishak dan tujuh puluh keturunan Yakub yang pergi ke Mesir.
Kitab kejadian juga dinyatakan tidak hanya membahas masa lalu raja melainkan
juga kehidupan masa depan.
Adanya kisah Ishak sama dengan cerita
mengenai Yesus, dimana sama-sama menceritakan penyerahan diri untuk diserahkan dalam ketaatan pada Bapa.
B.
KITAB
KELUARAN
Dinasti Hyksos adalah
dinasti yang memerintah Mesir dari tahun 1700 SM sampai 1500 SM. Pada masa
itulah Israel diperbudak dan ditindas dengan melakukan kerja paksa. Tampillah
sosok Musa disertai Harun saudaranya dalam memimpin Israel menuju pembebasan. Hal
ini menjadi sebuah dasar keberadaan Israel sebagai sebuah bangsa dan dasar iman
mereka
Tema Kitab keluaran
adalah Allah sebagi pembebas Israel dari kehancuran sehingga Allah berhak atas
bangsa itu. Allah lah yang memilih Israel karena cinta kasihNya. Seluruh
sejarah Israel adalah sejarah campur tangan Allah dalam kehidupan bangsa di
Kanaan.
Keluaran pasal 15:22 –
Keluaran pasal 18 mengisahkan perjalanan mereka di gurun Sinai dan
ketidakpercayaan mereka terhadap Allah, tetapi Allah memberikan kepada mereka
kemenangan melalui Musa. Sesampainya Israel di gunung Sinai, Allah mengadakan
perjanjian dengan Israel dan menjadikan bangsa itu miliknya, dan Israel
mengakui bahwa mereka adalah milik Allah. Ternyata dengan sangat cepat mereka
menjadi tidak setia dengan menyembah patung lembu emas. Melalui doa Musa, Allah
mengurungkan murka-Nya dan menyatakan diri-Nya sebagai Allah penyayang dan
pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya. Perjanjian itupun
diperbarui. Perjanjian Allah dengan bangsa Israel kini dirumuskan dalam bentuk
hukum. Hukum yang berisikan kewajiban terhadap Allah dan terhadap sesama
manusia.
Hukum ini terdiri dari:
Pengenalan akan Allah dan keharusan
kesetiaan Israel kepada Allah
Selanjutnya adalah keharusan-keharusan
pokok yang harus dipenuhi oleh Israel terhadap Allah. Ketujuh perintah terhadap
sesama sejajar terhadap ketiga perintah terhadap Allah.
Sepuluh perintah Allah
merupakan landasan dasar hukum-hukum lain dalam Perjanjian Lama. Keadaan baru
menuntut adanya pengembangan dan penyesuaian terhadap hukum mula-mula. Seperti
halnya dengan kisah penciptaan, Israel juga memakai bahan dari negara lain,
dalam hal ini Israel menyesuaikan kode Hammurabi sebagai hukumnya.
Hukum-hukum selanjutnya
juga adalah pembaruan dari hukum Musa. Hukum yang paling utama adalah Ulangan 6
ayat 5 dan Imamat 19:18. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, ayng sama
dengan tiu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada
kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan Kitab para nabi.
C.
KITAB
IMAMAT
Buku ini menjelaskan tema utama kitab Imamat
yaitu Ibadah. Ibadah umat ini harus dilaksanakan secara benar, artinya sesuai
dengan kehendak Allah. Diberikan peraturan-peraturan rinci mengenai binatang
korban dan persembahan yang lain ; mengenai pengudusan para imam ; mengenai
kebersihan ritual dan mengenai perayaan tahunan Hari Pendamaian.
Di bagian akhir kitab Imamat juga tersirat pengalaman akan Allah yang kudus ; artinya bahwa Allah adalah sama sekali lain dari manusia. Umat yang dipilih oleh Allah bagi diri-Nya sendiri adalah juga suci. Mereka disendirikan dari bangsa-bangsa lain dan menjadi milik Allah. Ini berarti, cara hidup umat harus mencerminkan kesucian Allah : “Tuhan berfirman kepada Musa, ‘Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakana kepada mereka : kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, kudus’ “ (Imamat 19 : 1-2). Kitab ini membuat sesuatu yang disebut hukum (atau kode) kesucian. Dalam bagian ini terdapat keterangan rinci mengenai arti menjadi milik Allah, baik dalam kebersihan ritual dan tingkah laku moral.
D.
KITAB
BILANGAN
Menurut buku ini, kitab Bilangan umumnya
menceritakan kisah tinggalnya umat Allah di padang gurun selama empat puluh
(40) tahun, sejak keluar dari Mesir sampai mereka masuk ke tanah terjanji. Masa
empat puluh tahun itu adalah masa “Pengembaraan”, meskipun sebenarnya sebagian
besar waktu itu dilewatkan di sekitar oasis Kadesh, yang terletak di bagian
timur laut semenanjung Sinai.
Kehidupan
selama empat puluh tahun itu digambarkan sebagai masa yang berat, masa ketika
umat merasa tidak puas dan kurang percaya kepada Allah. Selama masa itu
ternyata Allah tetap dekat dengan umat-Nya. Dalam sejarah selanjutnya masa ini akan
dikenang sebagai masa “Cinta Pertama” (bdk.
Hosea 2 : 15 st).
Dalam
pengembaraan mereka, orang-orang Israel membawa semacam kotak dari kayu yang
berisi loh batu yang bertuliskan kesepuluh perintah. Di situ mereka beribadah
kepada Allah, yang hadir di antara mereka dan memancarkan cahaya kemuliaan-Nya.
Allah memperhatikan umat-Nya. Kalau
mereka mencabut kemah, Allah berjalan mendahului mereka, menunjukkan jalan
dengan awan di siang hari dan api pada malam hari. Ia terus-menerus menjaga
mereka dengan member mereka makan dan air. Kalau mereka harus berperang melawan
musuh, Allah menyertai mereka dalam peperangan itu tentu kalau mereka setia dan percaya kepada
Allah.
E. KITAB ULANGAN
Buku ini menjelaskan
tujuan Kitab Ulangan atau Deuteronomium dalam mengembangkan hukum perjanjian
Israel dengan Allah, termasuk rumusan kedua sepuluh perintah Allah.
Buku ini membagi Kitab Ulangan dalam:
-Ulangan 1-11 : Perjanjian
yang diikat Allah dengan Israel
-Ulangan 12-26 : Usaha menangkal pengaruh buruk penyembahan berhala
-Ulangan 27-33 : Kata-kata Musa terakhir dan kematiannya.
Tema
Kitab Ulangan adalah kasih Allah yang menjadikan Israel menjadi milik
kepunyaan-Nya. Tema lain adalah bentuk kesetiaan Israel akan perjanjian itu.
Pemahaman inilah yang kemudian menjadi bahan tafsiran bangsa Israel dalam
memahami sejarah mereka selanjutnya.
Kita
sebagai orang kristiani melalui Kristus telah ikut serta dalam pembebasan dan
perjanjian dengan Allah, Allah dengan kasih-Nya membuat kita sebagai umat-Nya
yaitu gereja. Allah telah membebaskan kita dari kekuasaan setan, dari dosa dan
kematian dengan wafat dan kebangkitan Kristus. Kita diikutsertakan dengan
penyelamatan ini melalui sakramen baptis. Allah mengikat perjanjian baru
melalui darah Kristus. Pembaharuan perjanjian ini kita rayakan dalam perayaan
ekaristi melalui darah dan daging Krsitus. Pada perjamuan malam Yesus
mengadakan perintah baru yaitu agar saling mengasihi.
Katolik mencoba melakukan perbandingan
dan keselarasan antara kehidupan kita di dunia ini dengan kehidupan Israel di
masa lalu.
1.
Perjalanan Hidup
Sama seperti bangsa Israel yang ingin
keluar dari Mesir, Mesir dianggap sebagai perbudakan dosa, menuju tanah
terjanji Kanaan yaitu Surga. Perjalanan ini tidaklah mudah, namun kita dibina
oleh Allah untuk menerima anugerah perjanjian.
2.
Pengalaman Hidup
Dalam pengembaraannya di padang gurun Sinai,
bangsa Israel kerap mendapat kesulitan, dan mereka mengeluh bahkan memberontak.
Sama seperti pengalaman kehidupan kita yang tidak pernah lepas dari kesulitan
sehingga kita sering mengeluh sama seperti bangsa Israel. Dengan itulah Allah
memberikan hukuman bagi kita, namun hukuman itu berusaha itu berusaha membawa
kita menuju kembali kepada-Nya.
3.
Kedekatan dengan Allah
Allah dekat dengan kita, sebagaimana ia
dekat dengan bangsa Israel. Allah menghadirkan kepada kita kemenangan dalam
pergumulan hidup.
Adapun menurut I.Suharyo,Pr dalam
bukunya yang berjudul Mengenal Tulisan-tulisan Perjanjian Lama, Hubungan antara
Musa dan Yesus dijelaskan sebagai berikut:
|
|
Musa |
Yesus |
|
Tempat
berdiam |
Kemah |
Surga |
|
Kedudukan |
Imam
besar dunia |
Imam
besar sejati dan abadi |
|
Bentuk
persembahan |
Darah
hewan korban dan persembahan dilakukan berulang kali. |
Darah
Yesus sendiri dan persembahan tersebut hanyalah sekali dalam menghapus dosa
dunia dalam tujuan menguduskan kehidupan kudus. |
Tanggapan terhadap buku Mengenal
Tulisan-tulisan Perjanjian Lama oleh I.Suharyo, Pr
Melalui buku ini kami menyimpulkan bahwa pada dasarnya ahli-ahli Katolik mempercayai bahwa Kitab Pentateukh menunjukkan adanya hubungan dengan tradisi dan perlambangan yang dimiliki oleh negara-negara tetangga Israel di daerah Timur Tengah Kuno, seperti Babylonian, Assyrian dan Kekaisaran Hittie. Namun yang membedakannya, adalah bangsa Israel membentuk pemahaman teologis dalam menjelaskan hubungannya dengan Allah (YHWH).
Kami memandang bahwa buku Mengenal Tulisan-tulisan Perjanjian Lama oleh I.Suharyo,Pr lebih berfokus pada penjelasan dengan aspek teologia dan belum bisa menjelaskan secara terperinci pembagian-pembagian bahasan setiap kitab dalam Pentateukh, sehingga disarankan bahwa buku ini dapat digunakan hanya sebagai pelengkap buku pembimbing perjanjian lama. Buku ini mempercayai bahwa tema sentral dari Kitab Pentateukh adalah kisah kasih Allah dalam merancang sebuah jalan kehidupan bagi bangsa Israel untuk memilih dan menjadikannya sebagai umat pilihan-Nya. Berlandaskan pada pemahaman itu, ahli-ahli Katolik lebih menekankan aplikasi dan tindakan praksis dari manusia dalam menyambut anugerah yang diberikan oleh Allah kepada kita manusia. Kita diikutsertakan dalam peristiwa penyelamatan melalui sakramen baptis, perjanjian melalui darah Kristus, dan pembaharuan perjanjian melalui perayaan ekaristi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar