I. Pendahuluan/Latar Belakang
Kehidupan
individu dan masyarakat didasarkan pada asas ekonomi, antara lain berarti bahwa
institusi-institusi politik, pendidikan, agama, ilmu pengetahuan, seni,
keluarga, dan sebagainya, bergantung pada tersedianya sumber-sumber ekonomi
untuk kelangsungan hidup. Individu dan keluarga mengetahui pentingnya
faktor-faktor ekonomi dalam usahanya untuk hidup sesuai pendapatan yang
dihasilkannya. Seperti yang ditekankan oleh Marx, tututan untuk mencari nafkah
supaya bisa tetap hidup, dapat memakan waktu dan energi sedemikian besarnya,
sehingga hampir tidak mungkin untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan lainnya. Bagi
Karl Marx kunci untuk memahami kenyataan sosial tidak ditemukan dalam ide-ide
abstrak, melainkan dengan cara bekerja keras untuk menghindarkan diri dari mati
kelaparan.
II.
ISI
a.
Riwayat Hidup Marx
Marx
lahir di Trier, Jerman, di daerah Rhine tahun 1818. Orangtuanya berasal dari
keluarga rabbi Yahudi. Karena suasana politik tidak menguntungkan lagi bagi
Ayahnya yang seorang pengacara keturunan Yahudi, dia dan keluarganya masuk
protestan dan diterima dalam gereja Luteran. Dalam kehidupan Marx yang
menekankan pandangan bahwa kepercayaan-kepercayaan agama tidak memberikan
pengaruh paling penting dalam perilaku, tetapi sebaliknya, kepercayaan agama
itu mencerminkan faktor-faktor sosial ekonomi yang mendasar. Marx memperoleh
pengetahuan pemikiran pencerahan abad ke 18, tetapi pada masa mudanya itu Karl
Marx tidak menganut kepercayaan politik monarki ayahnya. Pada usia 18 tahun,
setelah ia mempelajari hukum selama 1 tahun di Universitas Bonn, Marx pindah ke
Universitas Berlin. Di sana, sebagai akibat dari hubungannya dengan kelompok
Hegelian muda, beberapa unsur teori sosialnya mulai terbentuk. Penganut
Hegelian muda mempunyai pendirian kritis dan tidak menghargai ide-ide Hegel
serta pengikutnya. Khususnya pandangan mereka terhadap masa lampau yang
bertentangan dengan masa depan serta nada konservatifnya yang semakin bertambah
itu. Setelah menyelesaikan disertasi doktornya di Universitas Berlin, Marx
berniat untuk memasuki karir akademis. Namun karena sponsornya Bruno Bauer di
pecat dari pos akademisnya sehingga membiarkan Marx tanpa dukungan. Karena hal
itu Marx menerima tawaran untuk menulis dalam surat kabar borjuis liberal yang
baru, bernama Rheinishe Zeitung dan menjadi pemimpinnya. Daripada hanya ikut
mendukung gerakan-gerakan borjuis, dia memperjuangkan gerakan-gerakan petani
dan orang miskin. Marx tidak lama bekerja pada surat kabar tersebut. Setelah
pernikahannya dengan Jenny von Westphalen, mereka pindah ke Paris. Selama
tinggal di Paris (1843-1845), Marx terlibat dalam kegiatan radikal. Dimana pada
saat itu Paris merupakan pusat liberalisme dan radikalisme yang penting di
Eropa, dan Marx berkenalan dengan pemikir-pemikir penting Prancis.
Keyakinan-keyakinan yang dulu dikembangkannya dalam kaum hegelian muda membuat
dia menolak asumsi bahwa penyalahgunaan sistem kapitalisme yang meluas itu
dapat dihilangkan oleh suatu perubahan sosialis yang hanya didukung oleh elit
intelektual. Dan selama di Paris Marx mengenal tulisan-tulisan ahli ekonomi
politik Inggris. Mungkin peristiwa yang paling menentukan selama Marx menetap
di Paris adalah pertemuannya dengan Friedrich Engels yang menjadi kawan
kerjanya yang dekat bahkan sampai ketika Marx meninggal. Engels terkesan akan
keberhasilan Marx dalam analisa ekonominya, yang tercermin dalam tulisannya
Economic and Philosophical manuscripts. Mereka juga memulai karya mengenai
suatu interpretasi komprehensif tentang perubahan dan perkembangan sejarah
sebagai alternatif terhadap interpretasi Hegel mengenai sejarah. Dan mereka
menghasilkan sebuah karya yang diterbitkan dengan judul The German Ideology.
Marx diusir dari Paris tahun 1845 oleh pemerintah, karena tekanan dari
pemerintahan Prusia yang terganggu oleh tulisan-tulisan Marx yang berbau
sosialis. Karena hal itu Marx harus berpindah dari satu negara ke negara lain.
Dan salah satu hasil karya Marx yang paling penting adalah Das Kapital yang
dihasilkannya ketika hidup di London.
b. Materialisme
Historis Marx
Materialisme
history sangat berguna untuk memberinya nama pada asumsi-asumsi dasar mengenai
teorinya, dan memberinya suatu pemahaman yang tepat. Konsepsi materialis Marx
yang diterapkan pada perubahan sejarah untuk pertama kalinya dijelaskannya
dalam The German Ideology, yang disusunnya bersama Engels. Tema pokok dalam
karya ini adalah bahwa perubahan-perubahan dalam bentuk-bentuk kesadaran,
idiologi-idiologi, atau asumsi-asumsi filosofis mencerminkan, bukan menyebabkan
perubahan-perubahan dalam kehidupan sosial dan materil manusia.
c. Kegiatan
dan Aliensi
Inti
seluruh teori Marx adalah proposisi bahwa kelangsungan hidup manusia serta
pemenuhan kebutuhannya bergantung pada kegiatan produktif dimana secara orang
terlibat dalam mengubah lingkungan alamnya. Namun, kegiatan produktif itu
mempunyai akibat yang paradoks dan ironis, karena begitu individu mencurahkan
tenaga kreatifnya itu dalam kegiatan produktif, maka produk-produk dari
kegiatan ini memiliki sifat sebagai benda objektif yang terlepas dari manusia
yang membuatnya. Dengan kata lain, individu harus menyesuaikan diri dengan
benda-benda yang membatasi kebebasannya sebagai manusia walaupun manusialah
yang menciptakannya.
- Kelas
Sosial, Kesadaran Kelas, dan Perubahan Sosial
Dalam
bagian ini kita beralih kesuatu analisa yang lebih eksplisit mengenai
kelas-kelas sosial dan pentingnya konflik kelas dalam menimbulkan perubahan
sosial. Marx salah satu yang sering menggunakan konsep kelas sosial dalam
masyarakat. Namu dia tidak memberikan suatu analisa yang sistematis dan
komprehensif tentang itu. Pembagian yang paling penting dalam masyarakat adalah
pembagian antara kelas-kelas yang berbeda. Faktor yang paling penting
mempengaruhi gaya hidup dan kesadaran individu adalah posisi kelas. Ketegangan
konflik yang paling besar dalam masyarakat adalah yang terjadi antar kelas yang
berbeda, dan salah satu sumber perubahan sosial yang paling ampuh adalah yang
muncul dari kemenangan satu kelas lawan kelas lainnya.
III. Kesimpulan dan Refleksi
Dalam karya-karya
tulisan-tulisan yang telah dihasilkan oleh Karl Marx dapat kita ketahui bahwa
ia adalah seorang aktivis politik yang sangat terlibat. Karena hal itulah dia
mendapatkan konflik secara langsung dengan struktur kekuasaan politik dan
berada dalam situasi ekonomi yang tidak menentu. Pola karir dan gaya hidup yang
berhubungan dengan itu, pasti ikut menentukan apa yang Marx lihat sebagai sifat
utama yang penting dari kenyataan sosial itu.[1]
[1] Doyle Paul johnson, Teori
Sosiologi Klasik dan Modern, Jilid I, diindonesiakan oleh Robert M.Z
Lawang, Jakarta, Gramedia, 1988
Tidak ada komentar:
Posting Komentar