Selasa, 25 Juli 2023

Teori Sosial Karl Marx

I.              Pendahuluan/Latar Belakang

Kehidupan individu dan masyarakat didasarkan pada asas ekonomi, antara lain berarti bahwa institusi-institusi politik, pendidikan, agama, ilmu pengetahuan, seni, keluarga, dan sebagainya, bergantung pada tersedianya sumber-sumber ekonomi untuk kelangsungan hidup. Individu dan keluarga mengetahui pentingnya faktor-faktor ekonomi dalam usahanya untuk hidup sesuai pendapatan yang dihasilkannya. Seperti yang ditekankan oleh Marx, tututan untuk mencari nafkah supaya bisa tetap hidup, dapat memakan waktu dan energi sedemikian besarnya, sehingga hampir tidak mungkin untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan lainnya. Bagi Karl Marx kunci untuk memahami kenyataan sosial tidak ditemukan dalam ide-ide abstrak, melainkan dengan cara bekerja keras untuk menghindarkan diri dari mati kelaparan.

II.           ISI

a.      Riwayat Hidup Marx

Marx lahir di Trier, Jerman, di daerah Rhine tahun 1818. Orangtuanya berasal dari keluarga rabbi Yahudi. Karena suasana politik tidak menguntungkan lagi bagi Ayahnya yang seorang pengacara keturunan Yahudi, dia dan keluarganya masuk protestan dan diterima dalam gereja Luteran. Dalam kehidupan Marx yang menekankan pandangan bahwa kepercayaan-kepercayaan agama tidak memberikan pengaruh paling penting dalam perilaku, tetapi sebaliknya, kepercayaan agama itu mencerminkan faktor-faktor sosial ekonomi yang mendasar. Marx memperoleh pengetahuan pemikiran pencerahan abad ke 18, tetapi pada masa mudanya itu Karl Marx tidak menganut kepercayaan politik monarki ayahnya. Pada usia 18 tahun, setelah ia mempelajari hukum selama 1 tahun di Universitas Bonn, Marx pindah ke Universitas Berlin. Di sana, sebagai akibat dari hubungannya dengan kelompok Hegelian muda, beberapa unsur teori sosialnya mulai terbentuk. Penganut Hegelian muda mempunyai pendirian kritis dan tidak menghargai ide-ide Hegel serta pengikutnya. Khususnya pandangan mereka terhadap masa lampau yang bertentangan dengan masa depan serta nada konservatifnya yang semakin bertambah itu. Setelah menyelesaikan disertasi doktornya di Universitas Berlin, Marx berniat untuk memasuki karir akademis. Namun karena sponsornya Bruno Bauer di pecat dari pos akademisnya sehingga membiarkan Marx tanpa dukungan. Karena hal itu Marx menerima tawaran untuk menulis dalam surat kabar borjuis liberal yang baru, bernama Rheinishe Zeitung dan menjadi pemimpinnya. Daripada hanya ikut mendukung gerakan-gerakan borjuis, dia memperjuangkan gerakan-gerakan petani dan orang miskin. Marx tidak lama bekerja pada surat kabar tersebut. Setelah pernikahannya dengan Jenny von Westphalen, mereka pindah ke Paris. Selama tinggal di Paris (1843-1845), Marx terlibat dalam kegiatan radikal. Dimana pada saat itu Paris merupakan pusat liberalisme dan radikalisme yang penting di Eropa, dan Marx berkenalan dengan pemikir-pemikir penting Prancis. Keyakinan-keyakinan yang dulu dikembangkannya dalam kaum hegelian muda membuat dia menolak asumsi bahwa penyalahgunaan sistem kapitalisme yang meluas itu dapat dihilangkan oleh suatu perubahan sosialis yang hanya didukung oleh elit intelektual. Dan selama di Paris Marx mengenal tulisan-tulisan ahli ekonomi politik Inggris. Mungkin peristiwa yang paling menentukan selama Marx menetap di Paris adalah pertemuannya dengan Friedrich Engels yang menjadi kawan kerjanya yang dekat bahkan sampai ketika Marx meninggal. Engels terkesan akan keberhasilan Marx dalam analisa ekonominya, yang tercermin dalam tulisannya Economic and Philosophical manuscripts. Mereka juga memulai karya mengenai suatu interpretasi komprehensif tentang perubahan dan perkembangan sejarah sebagai alternatif terhadap interpretasi Hegel mengenai sejarah. Dan mereka menghasilkan sebuah karya yang diterbitkan dengan judul The German Ideology. Marx diusir dari Paris tahun 1845 oleh pemerintah, karena tekanan dari pemerintahan Prusia yang terganggu oleh tulisan-tulisan Marx yang berbau sosialis. Karena hal itu Marx harus berpindah dari satu negara ke negara lain. Dan salah satu hasil karya Marx yang paling penting adalah Das Kapital yang dihasilkannya ketika hidup di London.

b.      Materialisme Historis Marx

Materialisme history sangat berguna untuk memberinya nama pada asumsi-asumsi dasar mengenai teorinya, dan memberinya suatu pemahaman yang tepat. Konsepsi materialis Marx yang diterapkan pada perubahan sejarah untuk pertama kalinya dijelaskannya dalam The German Ideology, yang disusunnya bersama Engels. Tema pokok dalam karya ini adalah bahwa perubahan-perubahan dalam bentuk-bentuk kesadaran, idiologi-idiologi, atau asumsi-asumsi filosofis mencerminkan, bukan menyebabkan perubahan-perubahan dalam kehidupan sosial dan materil manusia.

c.       Kegiatan dan Aliensi

Inti seluruh teori Marx adalah proposisi bahwa kelangsungan hidup manusia serta pemenuhan kebutuhannya bergantung pada kegiatan produktif dimana secara orang terlibat dalam mengubah lingkungan alamnya. Namun, kegiatan produktif itu mempunyai akibat yang paradoks dan ironis, karena begitu individu mencurahkan tenaga kreatifnya itu dalam kegiatan produktif, maka produk-produk dari kegiatan ini memiliki sifat sebagai benda objektif yang terlepas dari manusia yang membuatnya. Dengan kata lain, individu harus menyesuaikan diri dengan benda-benda yang membatasi kebebasannya sebagai manusia walaupun manusialah yang menciptakannya.

  1. Kelas Sosial, Kesadaran Kelas, dan Perubahan Sosial

Dalam bagian ini kita beralih kesuatu analisa yang lebih eksplisit mengenai kelas-kelas sosial dan pentingnya konflik kelas dalam menimbulkan perubahan sosial. Marx salah satu yang sering menggunakan konsep kelas sosial dalam masyarakat. Namu dia tidak memberikan suatu analisa yang sistematis dan komprehensif tentang itu. Pembagian yang paling penting dalam masyarakat adalah pembagian antara kelas-kelas yang berbeda. Faktor yang paling penting mempengaruhi gaya hidup dan kesadaran individu adalah posisi kelas. Ketegangan konflik yang paling besar dalam masyarakat adalah yang terjadi antar kelas yang berbeda, dan salah satu sumber perubahan sosial yang paling ampuh adalah yang muncul dari kemenangan satu kelas lawan kelas lainnya.

III.             Kesimpulan dan Refleksi

Dalam karya-karya tulisan-tulisan yang telah dihasilkan oleh Karl Marx dapat kita ketahui bahwa ia adalah seorang aktivis politik yang sangat terlibat. Karena hal itulah dia mendapatkan konflik secara langsung dengan struktur kekuasaan politik dan berada dalam situasi ekonomi yang tidak menentu. Pola karir dan gaya hidup yang berhubungan dengan itu, pasti ikut menentukan apa yang Marx lihat sebagai sifat utama yang penting dari kenyataan sosial itu.[1]



[1] Doyle Paul johnson, Teori Sosiologi Klasik dan Modern, Jilid I, diindonesiakan oleh Robert M.Z Lawang, Jakarta, Gramedia, 1988

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Religious Moderation: Strengthening Relationships In Order To Maintain Religious Harmony In Indonesia

  I. Introduction Indonesia has a pluralistic nation, namely a nation that has a variety of ethnicities, cultures and religions. This was ...