PENDAHULUAN
Kerajaan Allah merupakan tema yang menjadi motif untuk
menetapkan batasan-batasan serta memberikan pola bagi pesan yang disampaikan
oleh Injil-Injil. Pengajaran tentang Kerajaan Allah merupakan salah satu pokok
utama misi Kristus di Bumi. Tuhan sebagai Raja menunjukkan bahwa Allah
mempunyai kerajaan dimana Ia sebagai raja yang dalam hal ini Ia sebagai yang
berkuasa atas alam semesta. Pada saat Kristus ada dibumi, Ia memandang
pekerjaan-Nya sebagai upaya untuk mengungkapkan kehadiran kerajaan Allah.
Untuk menjelaskan tentang kerajaan Allah kita perlu memahami bagaimana Penulis
Alkitab menjelaskannya.
ISI
A. Kitab-Kitab Injil
Sinoptik
Kerajaan Allah berasal dari bahasa Yunani “Basileia” yang
memiliki pengertian kerajaan. Namun istilah ini tidak berarti suatu
wilayah pemerintahan seorang raja, melainkan perbuatan atau aktivitas
pemerintahan. Kerajaan Allah merupakan pemerintahan Allah atas
ciptaan-Nya, dimana ia menunjukkan kedaulatan dan kekuasaan-Nya atas segalanya.
Markus memperkenalkan dengan kata-kata, “…memberitakan Kerajaan Allah…waktunya
telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat”(Mar 1: 14-15). Matius menjelaskan, “
Yesuspun berkeliling… dan memberitakan Injil Kerajaan Allah” (Mat 4:23).
Pandangan pendahuluan Lukas tidak menyebutkan Kerajaan Allah tetapi didalamnya
ada kutipan dari Yesaya mengenai kedatangan Kerajaan dan menghubungkannya
dengan penegasan Yesus, “Hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya’
(Luk 4:21).[1] Basileia juga berarti bukan hanya sekedar pemerintahan melainkan
juga merupakan anugerah keselamatan yang diberikan Allah kepada manusia.
2. Latar Belakang Orang Yahudi
Dalam Perjanjian Lama gagasan tentang Kerajaan Allah
sudah ada, dan juga masih akan datang. Ladd menjelaskan bahwa ada dua
pengharapan dalam Yudaisme, yang pertama pengharapan nabi yang memperkirakan
bahwa kerajaan itu akan timbul dari sejarah dan akan diperintah oleh seorang
keturunan Daud seperti kerajaan dunia (Yes 9, 11). Dan yang kedua pengharapan
apokalitpis adanya kerajaan Transedental (Dan.7). Ada gerakan dalam
Yudaisme yang berkenaan dengan pendirian Kerajaan Allah, yaitu kaum Zelot.
Mereka adalah golongan orang-orang Yahudi Radikal yang tidak sabar
menantikan Allah membawa kerajaanNya, tetapi ingin mempercepat kedatangan-Nya
dengan Pedang. Menurut Yudaisme, kedatangan kerajaan Allah diharapkan merupakan
tindakan Allah untuk mengalahkan musuh-musuh Israel yang jahat dan mengumpulkan
umat Israel dibawah pemerintahaan Allah sendiri.[2]
3. Bukti Tentang Kerajaan Masa Kini
Yesus mengawali pelayanan-Nya dengan memberitakan
“waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat.” Pernyataan ini memberi
kesan bahwa dengan kedatangan Yesus akan ada suatu peristiwa penting akan
terjadi, ini jelas membuktikan bahwa pekerjaan Yesus merupakan perwujuban
kerajaan itu. Green mengutip kata-kata Beasley Murray, “waktu yang telah lama
dinantikan itu sekarang telah tiba dan Kerajaan Allah yang akan mencakup
seluruh dunia itu telah memulai perjalanannya.”[3] Lukas menjelaskan kekinian
kerajaan Allah dengan menyatakan bahwa kerajaan Allah ada diantara kamu (Luk
17:2-21). Sifat Kekinian Kerajaan bukanlah dimaksudkan secara politis, bukanlah
sesuatu yang dapat kelihatan atau adanya wilayah kekuasaan. Matius
menghubungkan kerajaan Allah dengan pengusiran setan-setan dan memandang kuasa
atas roh jahat sebagai bukti bahwa kerajaan Allah sudah datang (Mat 12: 28).
Pemberitaan Yesus adalah bahwa Allah telah datang ke dalam sejarah
manusia dan telah menang atas kejahatan. Kerajaan Allah kini berarti bahwa
Allah sedang bekerja di antara manusia untuk melepaskan mereka dari belenggu
Iblis. Allah sedang bekerja untuk menyerang Iblis.
4. Bukti Tentang Kerajaan Masa Depan
Injil sinoptik menjelaskan bahwa Kerajaan Allah bukan
hanya kini tetapi juga Kerajaan Allah masa depan. Yesus dalam pengajaran
tentang akhir zaman berhubungan dengan Kerajaan yang akan datang yang bersifat
eskatologis. Yesus memakai kata-kata, “datanglah kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu, “Empunya kerajaan Surga”, “Hari terakhir”, Sebagai Raja dalam
Kerajaan-Nya, “Ia datang dalam kemuliaan Bapa-Nya.” Ini semua menjelaskan bahwa
Kerajaan itu bukan hanya masa kini tetapi juga masa depan, bahkan masa depanlah
yang menjadi wujub nyata dari kerajaan itu. Ladd menjelaskan bahwa, “Kerajaan
Allah adalah pemerintahan rajani Allah yang terdiri dari dua momentum, yaitu
penggenapan janji-janji Perjanjian lama dalam Misi Yesus secara Historis dan
konsumasi pada akhir zaman, penantian yang akan datang.”[4] Jadi kerajaan Allah di masa
depan adalah penggenapan atau keseluruhan pemerintahan Allah yang berkuasa dan
berdaulat atas segalannya. Yesus menjelaskan Kerajaan eskatologis dengan
mewarisi hidup kekal dan masuk kedalam kerajaan Allah di masa yang
akan datang.
5. Aspek-aspek Kerajaan
a. Teosentris.
Secara mendasar kerajaan Allah berarti bahwa Allah
merupakan Penggerak dan pendorng utama, Allah yang bertindak dalam sejarah.
Ridderbos menjelaskan bahwa kerajaan Allah semata-mata berasal dari Allah dan
merupakan penyataan Kemuliaan Allah.
b. Dinamis
Kerajaan Allah adalah sesuatu yang bersifat aktif yang
melibatkan seluruh pelayanan pekerjaan Yesus (Luk 12:18). Dalam pengertian
selalu mengalami kemenangan dan dapat mengalahkan si jahat.
c. Sifat Mesianis
Dalam Kerajaan Allah Peran mesianis Yesus selalu terkait
dengan Kerajaan. Sifat mesianis mejelaskan sifat yang supra nasional dari Dia
yang datang, yang bertindak dalam penghakiman dengan kapak dan penampi pada
tangan-Nya. Mesianis menunjukkan Anak Manusia ada datang sebagai Raja dalam
kerajaan-Nya. (Mar 9:1).
d. Keselamatan
Dengan datangnya kerajaan-Nya, Allah memperlihatkan
diri-Nya sebagai raja yang aktif menjangkau umat-Nya untuk menyelamatkan
dan menjangkau mereka. Kerajaan Allah sebagai wujub dari keselamatan bagi orang
yang meresponi panggilan Allah untuk masuk dalam kerajaan Allah. Kedatangan
Kerajaan Allah adalah membawa keselamatan bagi umat manusia dan memiliki hidup
kekal bersama dengan Allad dalam Kerajan-Nya.
6. Warga Kerajaan
Yang berhak menjadi warga Kerajaan adalah orang yang
menanggapi panggilan Allah dan orang yang menyerahkan hidupnya kepada Allah.
Yesus menjelasn orang-orang yang berhak menjadi warga Kerajaan dengan Ucapan
Bahagia, seperti seorang anak kecil (Mar 10:13-16), perumpamaan tentang
domba dan kambing (Mat 25-31-46). Jadi yang menjadi warga kerajaan Allah adalah
orang yang menerima kerajaan itu dengan iman dan hidup sebagai warga kerajaan
yang baik.
7. Rahasia Kerajaan
Rahasia atau misteri kerajaan Allah adalah kedatangan
kerajaan dalam sejarah lebih dahulu dari manifestasi apokaluptisnya. Misteri
adalah satu penyingakapan baru atas maksud Allah untuk mengembangan
Kerajaan-Nya. Dalam Injil sinoptik rahasia Kerajaan itu dijelaskan dalam
perumpamaan tentang Kerajaan Allah.
1. Empat macam tanah
Perumpamaan ini mejelaskan bahwa kerajaan Allah telah
datang kedalam dunia, tapi hanya disambut oleh sebagian orang. Kerajaan hanya
berhasil sebagian sesuai dengan tanggapan manusia.
2. Lalang
Perumpamaan tentang lalang menyatakan pertumbuhan
kerajaan yang pasti. Kerajaan itu itu hidup di masa kini dan bercampur baur
dalam suatu masyarakat yang berdosa. Hanya kedatangan Kerajaan Eskatologislah
yang membuat adanya pemisahan. (Mat 13)
3. Biji Sesawi. (Matius 13:31)
Dalam perumpamaan ini dijelaskan bahwa Kerajaan
digambarkan dengan benih yang sangat kecil, namun bertumbuh menjadi pohon yang
sangat besar, ini menunjukkan kepastian tentang tentang kehadiran
kerajaan Allah yang sesungguhnya. Kerajaan Allah akan menjadi tempat
perlindungan bagi orang banyak
4. Ragi. (Matius 13: 33)
Perumpamaan ini menjelaskan bahwa kerajaan itu telah
hadir dengan kuasa tetapi sangat sedikit orang yang menyadari kehadirannya,
namun kerajaan Allah akan memerintah seluruh dunia. Kerajaan Allah akan bekerja
secara tersembunyi sampai menyebar keseluruh masyarakat
B. Tulisan-tulisan Yohanes
Dalam injil Yohanes hanya dua perikop yang
menyatakan gagasan tentang Kerajaan Allah. Green menjelaskan bahwa walaupun
Kerajaan Allah hanya mencul dua kali dalam Injil Yohanes, fakta ini tidak boleh
kita jadikan alasan untuk beranggapan bahwa konsep ini bukanlah sesuatu yang
penting, sebaliknya Yohanes menggarisbawahi signifikansi dari kerajaan Allah
sejauh yang dilakukan penulis lainnya. Yohanes memakai istilah pengganti yaitu
“Hidup” atau “hidup yang kekal” untuk mengkomunikasikan ide yang sama.[5] Yohanes
mencoba menjaskan istilah yang berbeda namun memiliki pengertian yang sama.
Hidup kekal merupakan hal yang ada dalam Kerajaan Allah, sehingga
memperoleh hidup kekal berarti masuk kedalam Kerajaan Allah.
C. Paulus
Kerajaan Allah bukanlah tema utama dalam surat-surat
Paulus, tetapi gagasan ini muncul tiga belas kali dalam surat-suratnya. Paulus
lebih mengarah kepada syarat-syarat yang ditetapkan untuk memasuki kerajaan
itu. Karena menurut dia Yesus telah menjelaskan arti kerajaan Allah, sehingga
setiap orang sudah mengetahuinya. Paulus menggambarkan kerajaan Allah bukanlah
hal-hal lahiriah seperti soal makanan dan minuman (Rom14:17), melainkan damai
sejahtera. Paulus menjelaskan bahwa Kerajaan dirancang bagi orang-orang yang
murni secara moral (I Kor 6:11). Paulus juga memiliki pemahaman bahwa kerajaan
Allah juga menunjuk masa depan (I Tes 1:5).
D. Bagian-Bagian Dari Perjanjian Baru
1. Surat Ibrani menghimbau agar pembaca
bersyukur karena mereka telah menerima kerajaan yang tidak tergocangkan. Ini
menyatakan pengalaman masa kini dan pengharapan masa depan. (Ibr 12:28)
2. Surat Yakobus menyebutkan orang-orang yang
kaya dalam iman yang menjadi ahli waris. (Yak 2:5)
3. II Pet 1:11 memuat tentang hak penuh untuk
memasuki kerajaan Kekal.
4. Wahyu memuat banyak mengenai kerajaan.
·
Warga kerajaan, yaitu mereka
yang telah dibebaskan dari dosa oleh darah-Nya.
·
Pemberitaan Tentang Kerajaan
Allah yang dinyatakan dengan suatu suara sorgawi (Wah 12:10)
·
Yerusalem baru sebagai pusat
dari Kerajaan dan tahta Allah dan Anak Domba (Wah 22:1).
·
Tentang pemerintahan yang
dipegang oleh Tuhan dan Dia yang diurapi-Nya (Wah 11:15)
KESIMPULAN
Semua penulis dalam Perjanjian Baru sepakat bahwa
Kerajaan Allah bukanlah hal jasmani, tetapi lebih merupakan pemerintahan,
kedaulatan dan kekuasaan Allah atas semuanya. Dan kerajaan Allah bersifat
kekinian dan masa akan datang. Masa kini digenapi seluruhnya di masa akan
datang. Kerajaan Allah sudah datang dan akan datang.
Daftar Pustaka
Guthrie, Donald. Teologi Perjanjian Baru, 3 Jilid.
Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 1995
George Eldon Ladd, Teologi Perjanjian Baru, 3
Jilis. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2002
Joel B. Green, Memahami Injil-Injil dan Kisah Para
Rasul. Jakarta : Persekutuan Pembaca Alkitab, 2005
[1] George Eldon Ladd, Teologi
Perjanjian Baru, Jil 2 (Bandung: Yayasan Kalam Hidup,
2002), hlm 72
[2] Ibid, hlm. 80
[3] Joel B. Green, Memahami
Injil-Injil dan Kisah Para Rasul (Jakarta :
Persekutuan Pembaca Alkaitab, 2005), hlm. 205
[4] Ladd, op.cit. hlm. 77
[5] Green, op.cit, hlm. 199
Tidak ada komentar:
Posting Komentar